Karena kita salah memahami keinginan Ibu yang sederhana

Dalam hadist nabi menyebutkan bahwa “Surga dibawah telapak kaki ibu” dan berbakti kita kepada ibu tiga kali baru kepada Ayah. Ini menunjukkan betapa luar biasa peran seorang  ibu dalam melahirkan dan mendidik anak-anaknya. Bahkan setetas air susu ibu yang kita minum tak bisa kita balas.

Lalu bagaimana peran berbakti kita kepad ibu?

Pernahkah kita menyadari bahwa dalam perjalanan hidup ini, sering salah memahami keinginan Ibu yang begitu sederhana?, misal : keinginannya untuk ditelfon seminggu sekali, sesekali pulang, dll.

mungkin karena begitu sederhana, sering kita menghiraukannya, dengan berbagai alasan yang kita sampaikan, entah lagi sibuk dengan kerjaan, jarak yang jauh, deell alasan lain yang sudah kita siapkan. Seorang ibu tetaplah ibu, dia tidak akan pernah meminta hal yang berat, dan bahkan tak ingin memberatkan anaknya. 

Mari kita renungkan kembali, sudah berapa usia Anda sekarang? sudah berapa banyak kita membuat Ibu tersenyum bahagia? ataukah sudah berapa kali kita membuatnya menitikan air mata, gundah dan bersedih? berapa lama lagi kira-kira usia ibu kita?

yahh…ternyata kita jauh lebih banyak membuatnya bersedih dalam diam, menitikkan air mata dalam sepi hanya karena kita tak bisa memahami keinginannya yang sederhana. 

 

Ada sebuah kisah, seorang anak yang memiliki cita-cita untuk berkeliling dunia, dia bersikeras untuk mewujudkan keingiannya itu. berbagai usaha dia coba, mengikuti berbagai karya ilmiah, mengikuti berbagai perlombaan dll. Namun ibunya yang sederhana menginginkan anaknya untuk bekerja saja, karena beigtu sederhana keinginannya sang anak menganggap itu permintaan yang bisa ditangguhkan. 

HIngga pada suatu hari, sang anak tersebut tak kunjung bisa berkeliling dunia, padahal semua usaha telah dicobanya. Dalam kesendiran dia menangis, menangis karena usahanya sia-sia. Dalam kesedihan dan keputusa asaan, dia teringat wajah ibu, dia teringat keinginan ibunya yang sederhana. 

Seketika itu juga air mata membanjiri wajahnya, betapa selama ini dia tidak menyadari bahwa telah durhaka kepada Ibunya. Ibunya yang talah 30 tahun merawatnya, bahkan rela mengorbankan keinginan dan cita-cita pribadinya hanya untuk membesarkannya. Kini dia telah dewasa, ibunya hanya meminta 1 hal sederhana namun dia tak ingin mewujudkan karena memiliki keinginan lainnya. Betapa dia menyadari telah keegoisan dalam dirinya, bahwa mewujudkan keinginan Ibu adalah sebuah pekerjaan yang mulia.

 

sahabat kisah ini mengajarkan kepada kita, bahwa terkadang kita sering salah memahami keinginan ibu yang sederhana. Mungkin kita belum merasakan menjadi orang tua, sehingga kita tak mampu memahami perasaannya. Dalam perjuangannya membesarkan kita, begitu banyak Ibu mengorbankan keinginan pribadinya agar kita bisa tumbuh dengan sempurna. Maka selagi Ibu masih bernafas, maka penuhilah keinginaannya selama itu tidak menyalahi syariat. Letakkanlah ambisi pribadimu dan utamakanlah keinginannya, sebagaimana dulu Ibu meletakan keinginan pribadinya demi memenuhi keinginan kita. Jika suatu saat, kita menjadi orang tua maka kita harus berlapang dada karena akan banyak keinginan pribadi kita yang akan kita lepaskan dan akan kita utamakan segala hal untuk menjadikan buaah hati kita tumbuh dewasa dan memberikan banyak manfaat. 

 

Personal Knowledge Management

Sedikit share tentang PKM, hasil kuliah singkat dengan pak Haitan di MBA ITB #Promosi 🙂

Setiap bisa jadi sudah melakukan PKM, namun tidak menyadarinya dan bisa jadi kurang statistika. Terkadang kita binggung ingin memilih mau fokus dalam bidang apa? contohnya: misalkan saya mau fokus di marketing, maka carilah buku marketing terbaik, lalu kita susun, buat hierarkinya dalam mind map, nah dari mind map ini kita bisa melihat bidang apa yang mau kita perdalam dan fokus. That’s simple but not simple :D. 

 

Saya juga membuat mindmap setelah menikah bersama suami, agar tau arah-rah tujuan rumah tangga kami mau di bawa kemana 🙂 Segede A2 dan di tempel di dinding agar kami selalu ingat kemana arah kemudi dijalankan.

Untuk mempermudah membuat mindMap saya sarankan untuk menginstall program Xmind yang bisa di dapatkan searching di mbah google. 

 

Kuliah S2 ini harus kuat pemahaman :D, karena setiap dosen memiliki pola pikir yang berbeda-beda but it’s fun and enjoy. 

Sukses Terbesar Dalam Hidupku(LPDP)

 Salah satu syarat dokumen pandaftaran yang perlu disertakan ketika mendaftar ke LPDP, butuh waktu yang lama bagi saya untuk bisa menuliskan nya. Semoga bermanfaat 🙂

 

Kesuksesan terbesar dalam hidupku?

Sebenarnya sudah lama saya memasukkuan semua data untuk kelengkapan LPDP namun dibagian essai saya terhenti sejenak. Saya berhenti sejenak untuk kemudian melangkahkan kembali jemari merangkai kata menjadi sebuah essai. Sebuah essai yang menceritakan kesuksesan terbesar dalam hidupku.

Perjuangan yang sangat indah, karena  essai “sukses terbesar dalam hidupku” dari LPDP membuat saya berfikir ulang tentang hidup ini, bahasa kerennya re-engineering atau bahkan re-design hidup. Saya sangat berterimakasih dengan LPDP, dengan adanya essai ini saya terasa bercermin untuk bertanya kepada diri saya sendiri. “Apakah kriteria kesuksesan yang  selama ini saya pegang?”, “Apakah  kesuksesan sesungguhnya?”, renungku. Selama ini, parameter kesuksesan yang saya pegang  yaitu berupa hasil prestasi nyata ataupun suatu karya yang diapresiasi oleh banyak orang.

Saya akan coba bercerita saat saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Ketika saya SMA, pernah mengikuti lomba putra putri PKPP –lomba kepramukaan se-Kota Solo-. Saya mempunyai seorang pelatih. Beliaulah yang kemudian memperbaiki cara berfikir saya agar saya menjadi pribadi yang lebih baik. Masih teringat dengan jelas kata-kata beliau, “Isti, cobalah untuk berfikir sederhana, jangan terlalu jauh dahulu!”,”Lihatlah dengan dekat apa yang bisa kamu lakukan!”. Semenjak saat itu, saya menyadari bahwa benar apa yang beliau katakan.

Kemudian, pengalaman saya berlanjut pada sebuah kejadian di acara training kepempimpinan level 2 Kesaktuan Aksi Mahasiswa Muslim Imdonesia (KAMMI) Daerah BANDUNG. Saat itu, saya merupakan salah seorang dari 3 orang perwakilan daerah Bandung yang dikirim ke Cirebon untuk mengkuti pelatihan kepemimpinan di Cirebon. Di latihan kepemimpinan level dua ini, kami, peserta dibiasakan untuk menyampaikan makalah yang  sudah dibuat sebelumnya sebagai syarat pendaftaran peserta.  Beberapa orang dengan tema makalah yang sama, diminta untuk maju mempresentasikan makalahnya. Saya salah satu dari pihak perempuan yang berkesempatan menyampaikan hasil pemikiran saya, makalah. Peserta lainnya mencermati dengan seksama isi makalah yang saya sampaikan, hingga sampailah pada sesi tanya jawab. Pada saat sesi itulah, ada peserta lain yang menyampikan pendapatnya mengenai solusi untuk masalah di Indonesia. Sebuah ungkapan sederhana namun bagi saya sungguh sarat makna yaitu, “Boleh melangit, tetapi kaki tetap membumi”. Setelah mendengar kata-kata itu dan merefleksikan dengan keadaan diri saya. Saat itu saya menjadi tersadar bahwa saya selama ini masih cenderung melangit tapi kurang membumi. Maka, kemudian saya menjadi berfikir lebih realistis terhadap berbagai tawaran ideal yang ada.

Semenjak saat itu saya terus mencari parameter kesuksesan dalam diri saya, hingga beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang teman dari daerah lain. Dia mengatakan bahwa sukses itu sangat sederhana maknanya, cukup cari saja apa kekurangan dalam dirimu, itu adalah landasan keberhasilanmu. Saya terkesan dengan pribadinya yang sederhana, itu terungkap dari caranya memandang hidup ini, sangat sederhana dan simple. Ini yang saya cari selama ini, karena saya terkadang berfikir kurang realistis, itu penilaian beberapa orang kepada saya.

Dari hal tersebut, makna sukses sebenarnya bagi saya, bukan tentang sebuah prestasi, bukan pula tentang uang ataupun tentang pengakuan orang lain. Sukses menurut saya adalah ketika saya bisa berbuat benar untuk orang lain. Dan sukses terbesar dalam hidupku ketika apa yang saya ucapkan juga saya lakukan.

Saya selalu terkesan dengan orang yang konsisten antara ucapan dengan perbuatannya. Bagi  saya hal itu sangat luar biasa, saya menemukan kebahagian tersendiri dalam hati dengan melakukannya. Karena saya takut kalau saya mengucapkan sesuatu tapi saya tidak melakukannya, Allah akan membeci saya. Ibarat tong kosong nyaring bunyinya atau bahasa gaulnya “omdo” –omong doang-.  Karena setiap apa yang saya ucapkan akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat.

Dan pada akhirnya, menikmati kesuksesan terbesar tidak perlu dengan sebuah pengakuan besar atau menunggu momen yang besar, tetapi cukup menjaga antara ucapan dan perbuatan, maka saya selalu merasa sukses disetiap waktu. Bagi saya mengalahkan keinginan diri untuk selalu terlihat hebat lewat lisan itu sebuah kenikmatan. Sehingga saya merasa hidup ini selalu bahagia dan saya sangat bersyukur dengan hal tersebut. Menjaga ucapan dan perbuatan adalah perjuangan luar biasa bagi saya. Inilah perjuangan untuk meraih kesuksesan terbesar dalam hidup saya, konsisten antara ucapan dan perbuatan.

 

 

 

 

Open House Melbourne University

Kemarin 5 maret 2013 tepatnya hari selasa jam 14.00 ada acara open house(OH) Melbourne Univ(MU) australia di hotel hilton bandung.

Sudah jauh-jauh hari registrasi ikut OH bahkan saya merekomendasikan informasi ini ke beberapa group dan teman yang sedang kuliah di ITB. “Sing penting wes ndaftar garek nunggu informasi ae nang email”, begitulah percakapan setelah mendaftar di web nya , search saja kawan future melbourne nanti pakdhe google bakal menjawab dengan deretan pilhan.

Sepertinya ga terlalu menarik ya kalau cerita sebelum hari H nya, baiklah-baiklah saya bisa tau pasti anda sudah tak sabar membaca cerita saya kan? hehe

Baiklah saya bisa memahami suara hati anda :). H-1 dapat notifikasi di email intinya mengingatkan untuk hadir di OH, dalam hati menyeletuk “weleh masak dari pertama daftar baru dikasih notifnya H-1 pasti udah banyak yang lupa kalau mereka daftar”. Tapi segera positif thingking, ini kan universitas bergengsi pasti bakal rame disana. Acara dimulai pukul 14.00-18.00 di informasi webnya karena ada seminar presentasi dari 8 tema berbeda, termasuk how life in australia, jurusannya, system etc.

Di email notif dikasih tau juga alamat lengkapnya hotel hilton yaitu di jalan cokroaminoto no 6. Perasaan pernah tau dech dimana hotel hilton, tapi waktu di inget lagi ternyata otak kiri bagian memori ga mau ngasih jawaban. Walhasil tanya lagi ke pakdhe google maps, padahal sudah lebih dari 5 tahun ngulik kota bandung haha tetap saja terkadang saya lupa lokasi. Ketik hotel hilton bandung lalu muncul mapnya di geser kesana kemari, diperbesar di geser lagi nah ketemu juga ternyata dekat dengan stasiun kereta api. Pokoknya berangkat dulu nanti kalau udah deket-deket sana baru “tutuk kentongan” peribahasa yang saya ambil dari ibu. Tutuk kentongan itu adalah tanya ke orang, jadi kemanapun pergi kita tak usah khawatir tersesat banyak orang yang bisa kita jadikan peta. 🙂

Intinya akhirnya ketemu cuman lewat depan setasiun bandung lurus mentok belok kiri dikit itu hilton ada disebelah kanan, parkir motor ada di basement 2. Sampai di parkir naik lift, loh ternyata tombol angka 3 nya ga bisa dipencet, paling banter tombol L, loh kenapa ini apa karena saya yang naik tib-tiba lift jadi rusak. Ah udah naik aja nanti bisa nyambung lift lain kalau udah sampai di L. Sampai di L keluar lift, dasar polosnya semua tombol ke atas di pencet berharap pintu lift ada yang terbuka, tapi kacau tak ada satupun yang terbuka. Liat ke belakang ada tangga, oh mungkin naik tangga aja. Keluar area lift.. eh ketemu pintu utama ternyata eh ternyata kita di cek dulu disitu,, hehe dasar pantesan lift ga mau naik, semua pengunjung harus lewat bapak security dulu. Baru inget juga hotel hilton ini kan hotel berkelas tentu keamanannya beda.

Ternyata di dalam ada lift lagi, mencetlah tombol 3 akhirnya nyampe juga. Langsung menuju ke sebuah hall yang terpasang X-Banner Melbourne University. Saya kira semuanya orang bule, ternyata ada orang indonesia juga. Sebernarnya saya penasaran mau tau, tapi disimpen dulu sepertinya ga penting untuk tau. Di depan ruangan ada meja registrasi, kebetulan saya udah daftar online jadi langsung masuk aja cek kedatangan ada di dalam, di stabilo warna hijau tandanya kalau datang. Ternyata banyak juga yang daftar online, karena di meja ada sekitar 20 lembar A4 berisi nama peserta. Saya kira udah rame, eh ternyata cuman ada 20 kursi di tengah dan meja-meja berderat melingkar di pinggir ruangan. Loh apa yang salah, di meja itu duduklah bule-bule dan x-banner bertuliskan departemen di MU. Haha ternyata kita disuruh konsultasi, binggung mau nanya apa akhirnya duduk aja dulu sambil baca schedule yang dikasih panitia.

Tiba-tiba bule ngampirin saya (wah jangan ngajak ngomong ya) lupa namanya ms siapa, intinya menanyakan saya mau konsultasi kemana? dan tertarik dengan program apa? spontan saya jawab business, langsung ditunjukin mejanya. Karena binggung mau nanya apa, alesan saya ” i waiting my friend:)”, padahal temen saya kemungkinan kecil dia ga datang karna dipanggil mendadak sama pembimbing thesisnya di ITB.

Clungak-clunguk sepi banget akhirnya memutuskan untuk ketempat seminar aja, eh pas pintu keluar di cegat panitia. Diminta tanya-tanya dulu seminarnya belum dimulai,, oh ya sudah akhirnya iseng2 nanya aja di bag Business and economics. Untungnya mbak bule yang jaga jadi lebih nyaman ngobrol, sekalian mau uji nyali dan english saya ni. Namanya Ms.Caitlin wright akhirnya kita ngobrol-ngobrol ternyata telinga dan mulut ini mau kerjasama jadi lancar no miss understanding. Lumayan ternyata english gue ga jelek-jelek banget lah, cuman ga terbiasa dipake aja. Habis ngobrol2 sama ms.caitlin dikasih dech dua buku  graduate course guide and 2013 graduate prospectus. Duduk lagi ke kursi ditengah ruangan, ga jadi ke tempat seminar. Dalam hati..gile ternyata jadi ketagihan pengen ngomong sama bule hehe. Hmm teringat titipan temen untuk tanya science, ehm tapi ada tulisan engineering and it, cobah ah tanya-tanya. Akhirnya ke meja ms.Dillian buat iseng-iseng nanya, ternyata welcome banget jadi dech kita ngobrol banyak. Di tanya kapan rencana mau lanjut, saya bilang “this years ms” dikasih tau intakenya kapan aja dan deadlinenya. Setelah selesai penjelasan program Engineering management and Master of information system, awalnya ga tertarik dengan jurusan eh setelah tau course sesuai minat jadi tertarik. hehe godaan.oh godaan… Baru tau di sana master bisa diselesaikan dalam satu tahun, dalam hati emang berkualitas gitu lulusannya. Setelah dilihatin course nya and system education jadi mikir dua kali. Widih keren bener ini MU master bisa diselesain satu tahun and kita diperbolehkan ambil dua master secara bersamaan. Wah..wah.. semakin tergoda.. Berharap saya dikasih souvenir sebagai kenang-kenangan akhirnya saya ladeni juga pertanyaan ms.dillian akhirnya saya dikasih kartu sebesar kartu perdana yang bagian bawahnya ada chip. Saya ga terlalu jelas mendengarnya itu buat apaan saya terima aja sambil senyam-senyum.

Yes..yes.. yatta.. saya bilang dalam hati, dapat sesuatu barang yang bisa mendorong semangat untuk mengunjunginya suatu saat, selain itu juga dikasih  engineering&it course guide. Saat saya mau menuju ke tempat seminar, ternyata pengunjung yang datang sedikit banget. Sangat jauh dari dugaan saya bakal rame, soalnya saya pernah ikut pameran dari SUN di hotel daerah ciamplas lupa nama hotelnya, itu rame banget dan pesertanya antusias. Lah ini univ keren di australia tapi yang datang sedikit bener, apa kurang publikasi atau ga ada notifikasi jauh-jauh hari.

Mungkin kalau pantianya full orang indo sepertinya akan tergambar raut kecewa di wajah mereka karena pengunjungnya hanya sedikit, bahkan saat saya masuk ruang seminar hanya ada 5 orang itu termasuk saya. Baru 15 menit kemudian masuklah 4 orang lagi. Saya penasaran menebak suasana hati mereka, ternyata sama sekali tak saya temui ekspresi kecewa. Sepertinya presentator dari MU ini sudah memahami dengan tabiat orang indo makanya tak ada raut kecewa, atau memang mereka sudah terdidik dengan kebudayaan yang berjiwa besar.

Asli saya sangat senang karena mereka sangat ramah hehe, atau saya yang cupu ya karna jarang ketemu bule, jadi baru ketemu sekali exciting banget. Aha..apapun itu never mind..

Akhirnya saya duduk manis mengikuti seminar dari jam setengah tiga sampai jam 5.15 keluar setelah sesi presentasi engineering&IT, di sesi terakhir ini saya dapat hadiah lagi karena bisa menjawab pertanyaan dengan cepat. Mau tau apa hadiahnya? sebuah benda berbentuk segitiga disetiap ujunganya memiliki warna berbeda hijau, kuning dan pink. Di depannya ada logo MU dan tulisan The university of melbourne, other side ada tulisannya juga #1 for Engineering & IT. Ga tau sebenarnya itu buat apa ya saya masukkin tas saja. Kalau di indo normalnya S1 diselesein dalam 4 tahun tapi di negara kangguru ini normalnya selesai dalam 3 tahun, ga terlalu banya belajar tapi fokus. Bayangkan kawan dalam satu tahun hanya belajar 8 mata kuliah, kalau saya di IT Telkom saja dalam 4 tahun kuliah bisa ngambil 60 mata kuliah (bukan sks ya) itu pun sudah 3 mata kuliah yang saya buang. Jadi kalau di ITT setahun bisa ngambil sekitar 15 mata kuliah, bisa dibilang dua kali lipatnya. Inilah kawan sistem pendidikan di LN, mereka fokus jadi dalam mempelajari sesuatu sehingga ahli walaupun dalam usia muda.

 

Indonesia.oh Indonesia sebenarnya kau sadar bahwa sistem pendidikan di negaramu penuh dengan kecacatan,, tapi kenapa kau biarkan saja,, Ya aku tau banyak pihak yang tak ingin Indonesia bangkit, karena bisa berbahaya bagi mereka. Sebab Indonesai memiliki jutaan potensi, ibarat membangunkan macan yang tidur.

Benar-benar saya terkesan dengan OH kemarin, smua informasi yang saya inginkan terjawab juga.

Kebanyakan kemarin pesertanya berwajah chinese  cuman saya dan beberapa orang yang asli wajah indo. 😀

Hmm australia ini harus masuk daftar list untuk di kunjungi. Terjadi dialog dalam diri saya sendiriPertanyaan adalah

M=”apakah saya memilih australia untuk melanjutkan study? negara yang menarik kan, deket juga dengan indo ”

H=”sebenarnya sepertiny enggak untuk tahun ini,  karena saya sudah punya pilihan sendiri negara yang lainnya”

M=”loh kalau udah punya pilihan ngapain capek-capek ikut OH segala?”

H=”Ya membuka wawasan aja, nanti bisa cerita ke teman sebagai referensi mereka untuk milih kuliah, bisa buat cerita ke aji (keponakan baru kelas 6 sd) untu memompa motivasinya sekolah di LN, habisnya aji sangat exciting kalau saya mulai cerita tentang sekolah ke LN atau kalau ketemu bule, soalnya aji udah saya racuni virus sekolah ke LN dan virus itu sudah mulai menyebar hehe, rencananya nanti SMA aji mau lanjut ke jepang, makanya sekarang aji getol ngajak ngobrol pake inggris dengan saya”

M=”ehmm bener ni ga mau kesana tahun ini?”

H=”yap, aku sudah mantap dengan pilihan negaraku, mungkin ke australia dalam rangka yang lainnya”

Begitulah dialog perdebatan yang terjadi dalam diri saya, terkadang seseorang merasa yakin dengan pilihannya setelah mengetahui bahwa apa yang dilihat matanya belum tentu sebaik dengan pilihan dalam hatinya. Terkadang untuk yakin dengan sebuah pilihan harus mencari referensi yang bertolak belakang, untuk mengetahui bahwa ternyata pilihan kita itu yang terbaik untuk kita.

Setelah sampe kost baru dibuka lagi penasaran dengan dua barang tadi, ternyata eh ternyata yang kartu itu adalah falshdisk 2GB dan segita itu stabilo tiga warna. Wah berungtungnya saya…alhamdulillah..

Capek-capek ikut OH MU atu OH PCMI bukan berarti saya benar-benar mau ikut, kecuali PCMI bisa dipertimbangkan untuk ikut masih masuk syaratlah. Cuman untuk membuka wawasan, bahwa dunia ini luas dan banyak pelajaran yang sudah Allah siapkan, maka sangat rugilah kalau selama hidup didunia ini tak bisa mengumpulkan hikmah kehidupan yang sudah Allah letakan di belahan negara lain. Kalau bisa menebarkan kebaikan di tempat lainnya yang masih belum tersentuh dengan keindahan islam bukankah itu sangat menantang kawan ? 🙂 Bagaimana dengan pendapatmu, pasti setuju dengan pernyataan saya di atas?

*kamera lagi ga beres jadi barang-barang oleh2 OH kemarin lain kali insyaAllah saya post.

Sebenarnya ga niat mau nulis, karna lagi ngerjain sebuah marketing strategy. Rencananya mau rapat on line sambil nunggu teman install skype, buka wordpress tumben koneksinya lagi bersahabat sekalian saja kalau gitu posting.

About Children

Hmm mendekati hari ibu tgl 22 desember, hehe bagi saya setiap hari adalah hari ibu. Postingan kali ini lebih bercerita tentang bagaimana seorang anak tumbuh, spesial untuk ibu-ibu muda yang sedang belajar atau untuk para wanita yang sedang mempersiapkan dirinya. Jadilah madrasah pertama yang benar-benar membuat anak-anak kita kelak tumbuh menjadi anak yang bermanfaat dan penuh prestasi.

 

Sudah lama ingin menuliskannya tapi buku “Renungan Qolbu” yang tebalnya sekitar 300 lebih halaman sedang tinggal di rumah orang,eh akhirnya nemu konten yang sama di buku berbeda. Mumpung lagi sempet dibagi sekalian, semoga pembaca bisa mengambil hikmahnya.

“Anak-Anak Belajar dari Lingkungannya”(Dorothy Law Nolte,Phd)

Jika anak tumbuh di lingkungan yang sering mengkritik, ia belajar untuk menyalahkan

Jika anak tumbuh di lingkungan yang penuh kekerasan, ia belajar untuk berkelahi

Jika anak tumbuh di lingkungan yang sering menakuti-nakuti,ia belajar untuk khawatir

Jika anak tumbuh dilingkungan yang penuh kesedihan, ia belaja runtuk mengasihani diri

Jika anak tumbuh di lingkungan yang penuh kecemburuan,ia belajar untuk memendam

Jika anak tumbuh di lingkungan yang sering mempermalukan, ia belajar menjadi pemalu

Jika anak tumbuh di lingkungan yang sering menyalahkan, ia dihantui rasa bersalah

Jika anak tumbuh dilingkungan yang memberi semangat, ia belajar percaya diri

Jika anak tumbuh di lingkungan penuh toleransi, ia belajar untuk bersabar

Jika anak tumbuh di lingkungan yang memberi pujian, ia belajar untuk menghargai

Jika anak tumbuh di lingkungan yang menerimanya apa adanya, ia belajar mencintai

Jika anak tumbuh di lingkungan yang memberi dukungan, ia belajar untuk menyenangi diri

Jika anak tumbuh di lingkungan yang memberikan penghargaan,ia belajar untuk memiliki tujuan dan cita-cita

Jika anak tumbuh di lingkungan yang suka berbagi, ia belajar untuk bermurah hati dan suka memberi

Jika anak tumbuh di lingkungan yg menjunjung tinggi kejujuran, ia belajar mencintai kebenaran

Jika anak tumbuh di lingkungan yang menghargai keadilan, ia belajar untuk bersikap adil

Jika anak tumbuh di lingkungan yang penuh rasa aman, ia belajar memiliki keyakinan dan berbaik sangka

Jika anak tumbuh di lingkungan yang bersahabat, ia belajar untuk merasa bahwa dunia ini indah dan hidup ini begitu berharga

—————————————-

Lingkungan seperti apa yang ingin anda bangun? bukan hanya untuk keluarga Anda, tapi lingkungan di sekitar Anda juga.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

TENTANG ANAK (Kahlil Gibran)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Anakmu bukanlah milikmu.Mereka adalah putra-putri kehidupan

Mereka terlahir melaluimu,tetapi bukan berasal darimu,karena itu merasa ada bersamamu tapi bukan milikmu

 

Engkau harus memberi mereka cintamu,

tetapi bukan pemikiranmu,karena

mereka punya pemikiran mereka sendiri

Engkau bisa memberikan rumah untuk tubuh mereka,

tetapi tidak untuk jiwanya. Karena jiwa mereka akan 

tinggal dirumah masa depan, yang tidak bisa

kau kunjungu, bahkan dalam mimpimu sekalipun

 

Engkau boleh mencoba meniru mereka,

tapi jangan memaksa mereka menirumu,

karena kehidupan tidak pernah berjalan

mundur, tidak pula terulang

 

Engkau adalah busur panah, yang darinya

anak-anakmu akan meluncur kedepan

 

Sang Pemanah menarikmu dengan 

keagungan-Nya agar anak panah bisa

melesat jauh menuju keabadian.

Zona Inspirasi dan Zona Motivasi

Beberapa bulan kebelakang ini saya mulai mempelajari dan mendalami yang namanya SEFT alias Spirirtual Emotional Freedom Technique. Walaupuan ada EFT, tapi selama saya menggunakan SEFT ternyata lebih efektif untuk membantu seseorang sembuh dari berbagai keluhannya.

SEFT adalah sebuah metode untuk membantu seseorang melepaskan emosi negatif dalam dirinya, karena emosi negatif sangat mempengaruhi kondisi kesehatan fisik dan jiwa. Jika seseorang sakit secara fisik maka sebenarnya kondisi emosinya yang perlu untuk diperbaiki karena manusia dibekalai Allah kemampuan self healling. Selain itu SEFT lebih menitik beratkan semua prosesnya kepada Allah.

Namun di sesi ini saya tidak akan menceritakan seperti apa itu SEFT, sesuai judulnya saya ingin share sebenarnya kita ini masih hidup di zona motivasi atau zona inspirasi, mari kita cek bersama-sama.

            The Root

    Motivation                                                    I                                      Inspiration

Center Of Life

Self Centered life                                                                           God Centered Life

—————————————————————————————–

Comes From

Desire  alias nafsu                                                                    Devine Love

                                                                                                     (kasih yang tulus)

—————————————————————————————–

Dominated By

Ego                                                                                          Conscience(hati nurani)

—————————————————————————————-

Drive By

Will Power                                                                                  Divine Calling

—————————————————————————————

Mind State

Focus on goals,appealed                                                  Focus on God,appealed

by profane reward                                                               by divine relation

————————————————————————————–

Jargons

Never give up, No pain no Gain                         Never go away,No God Non

Keep on fighting!!                                                      Sense, Just let it go!

————————————————————————————–

Training&Seminar

Motivation training,out loud                           Inspirational,Self discovery

&house music like seminar                                training,retreat like seminars

—————————————————————————————

Life Is

           A Career                                                                               A Mission

—————————————————————————————

Behavior ruled by

Profane pain&pleasure principle             Promordial&divine unity withGod

—————————————————————————————-

Credo

Life is endless struggle for                                        Life is LoGos jyfull,the rest

excitiment,the rest is  just detail                              is just detail

—————————————————————————————-

Good For

Instant Energy and Extasy                               Constant Succes&Happines

—————————————————————————————-

source: SEFT ‘Ahmad Faiz Zainudin’

Oke setelah sedikit berkenalan dengan SEFT, mari sobat kita bantu orang lain untuk mengeliminasi emosi negatifnya dan merasakan betapa dasyatnya kasih sayang Nya, Seft ini mudah dipelajari dan mudah digunakan oleh siapa saja.