Sukses Terbesar Dalam Hidupku(LPDP)

 Salah satu syarat dokumen pandaftaran yang perlu disertakan ketika mendaftar ke LPDP, butuh waktu yang lama bagi saya untuk bisa menuliskan nya. Semoga bermanfaat🙂

 

Kesuksesan terbesar dalam hidupku?

Sebenarnya sudah lama saya memasukkuan semua data untuk kelengkapan LPDP namun dibagian essai saya terhenti sejenak. Saya berhenti sejenak untuk kemudian melangkahkan kembali jemari merangkai kata menjadi sebuah essai. Sebuah essai yang menceritakan kesuksesan terbesar dalam hidupku.

Perjuangan yang sangat indah, karena  essai “sukses terbesar dalam hidupku” dari LPDP membuat saya berfikir ulang tentang hidup ini, bahasa kerennya re-engineering atau bahkan re-design hidup. Saya sangat berterimakasih dengan LPDP, dengan adanya essai ini saya terasa bercermin untuk bertanya kepada diri saya sendiri. “Apakah kriteria kesuksesan yang  selama ini saya pegang?”, “Apakah  kesuksesan sesungguhnya?”, renungku. Selama ini, parameter kesuksesan yang saya pegang  yaitu berupa hasil prestasi nyata ataupun suatu karya yang diapresiasi oleh banyak orang.

Saya akan coba bercerita saat saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Ketika saya SMA, pernah mengikuti lomba putra putri PKPP –lomba kepramukaan se-Kota Solo-. Saya mempunyai seorang pelatih. Beliaulah yang kemudian memperbaiki cara berfikir saya agar saya menjadi pribadi yang lebih baik. Masih teringat dengan jelas kata-kata beliau, “Isti, cobalah untuk berfikir sederhana, jangan terlalu jauh dahulu!”,”Lihatlah dengan dekat apa yang bisa kamu lakukan!”. Semenjak saat itu, saya menyadari bahwa benar apa yang beliau katakan.

Kemudian, pengalaman saya berlanjut pada sebuah kejadian di acara training kepempimpinan level 2 Kesaktuan Aksi Mahasiswa Muslim Imdonesia (KAMMI) Daerah BANDUNG. Saat itu, saya merupakan salah seorang dari 3 orang perwakilan daerah Bandung yang dikirim ke Cirebon untuk mengkuti pelatihan kepemimpinan di Cirebon. Di latihan kepemimpinan level dua ini, kami, peserta dibiasakan untuk menyampaikan makalah yang  sudah dibuat sebelumnya sebagai syarat pendaftaran peserta.  Beberapa orang dengan tema makalah yang sama, diminta untuk maju mempresentasikan makalahnya. Saya salah satu dari pihak perempuan yang berkesempatan menyampaikan hasil pemikiran saya, makalah. Peserta lainnya mencermati dengan seksama isi makalah yang saya sampaikan, hingga sampailah pada sesi tanya jawab. Pada saat sesi itulah, ada peserta lain yang menyampikan pendapatnya mengenai solusi untuk masalah di Indonesia. Sebuah ungkapan sederhana namun bagi saya sungguh sarat makna yaitu, “Boleh melangit, tetapi kaki tetap membumi”. Setelah mendengar kata-kata itu dan merefleksikan dengan keadaan diri saya. Saat itu saya menjadi tersadar bahwa saya selama ini masih cenderung melangit tapi kurang membumi. Maka, kemudian saya menjadi berfikir lebih realistis terhadap berbagai tawaran ideal yang ada.

Semenjak saat itu saya terus mencari parameter kesuksesan dalam diri saya, hingga beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan seorang teman dari daerah lain. Dia mengatakan bahwa sukses itu sangat sederhana maknanya, cukup cari saja apa kekurangan dalam dirimu, itu adalah landasan keberhasilanmu. Saya terkesan dengan pribadinya yang sederhana, itu terungkap dari caranya memandang hidup ini, sangat sederhana dan simple. Ini yang saya cari selama ini, karena saya terkadang berfikir kurang realistis, itu penilaian beberapa orang kepada saya.

Dari hal tersebut, makna sukses sebenarnya bagi saya, bukan tentang sebuah prestasi, bukan pula tentang uang ataupun tentang pengakuan orang lain. Sukses menurut saya adalah ketika saya bisa berbuat benar untuk orang lain. Dan sukses terbesar dalam hidupku ketika apa yang saya ucapkan juga saya lakukan.

Saya selalu terkesan dengan orang yang konsisten antara ucapan dengan perbuatannya. Bagi  saya hal itu sangat luar biasa, saya menemukan kebahagian tersendiri dalam hati dengan melakukannya. Karena saya takut kalau saya mengucapkan sesuatu tapi saya tidak melakukannya, Allah akan membeci saya. Ibarat tong kosong nyaring bunyinya atau bahasa gaulnya “omdo” –omong doang-.  Karena setiap apa yang saya ucapkan akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat.

Dan pada akhirnya, menikmati kesuksesan terbesar tidak perlu dengan sebuah pengakuan besar atau menunggu momen yang besar, tetapi cukup menjaga antara ucapan dan perbuatan, maka saya selalu merasa sukses disetiap waktu. Bagi saya mengalahkan keinginan diri untuk selalu terlihat hebat lewat lisan itu sebuah kenikmatan. Sehingga saya merasa hidup ini selalu bahagia dan saya sangat bersyukur dengan hal tersebut. Menjaga ucapan dan perbuatan adalah perjuangan luar biasa bagi saya. Inilah perjuangan untuk meraih kesuksesan terbesar dalam hidup saya, konsisten antara ucapan dan perbuatan.

 

 

 

 

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s