Memecat Karyawan

Sadis bener judulnya memecat karyawan, tapi apa mau dikata itulah makna sebenarnya, hehe. Saya rasa ada kata yang lebih indah diucapkan dari pada memecat yaitu “memberikan kesemapatan untuk berkarya lebih di tempat/bidang lainnya”.

 

Pengalaman saya memberhentikan beberapa karyawan terkadang menjadi dilema, tapi mau tak mau harus tegas dalam bersikap. Bagi para pelaku UKM terkadang terhambat dalam hal mengelola SDM yang ada, bagaimana tidak? karena mereka lebih banyak memperkerjakan kaum yang termarginalkan, kaum yang tingkat pendidikan rendah. Memang sangat menantang untuk mendidik mereka agar benar-benar keluar potensinya. Butuh kesabaran dan kebijaksanaan untuk mengarahkan, dan paling utama menumbuhkan rasa PD dalam diri mereka.

 

Kenapa PD penting, selama saya terjun mengurusi SDM kebanyakan kaum yang terpinggirkan ini menilai dirinya rendah, sehingga banyak potensinya tertimbun “saya cuman orang rendah mbak ya jadi hidup seadanya saja”, hmmm ini kata-kata yang paling sering saya temukan disaat berbincang dengan mereka. Terkadang pusing juga jika mereka membuat ulah, tapi semuanya itu saya anggap pembelajaran jadi tak ada yang sia-sia.

 

Kembali ke topik, begitu banyak pelaku UKM kesulitan mengatur SDM mereka, bahkan untuk bisnis yang lumayan besar. Woy jangan terpana dulu melihat bisnis yang banyak cabangnya, pengalaman yang saya rasakan semakin banyak cabang semakin banyak lagi keruwetan kalau sistemnya tidak dibuat kokoh. So Anda salah besar kalau menilai bisnis dari banyak sedikitnya cabang, yang paling penting buatlah bisnis anda benar-benar kokoh walaupun masih kecil. Karena bisnis yang kokoh ketika akan menggembangkan sayap mantap dalam melangkah dan kuat antivirusnya.

 

Untuk membangun SDM yang kuat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan

1. Letakkan orang yang bisa bersikap tegas, karena jika ada suatu pelanggaran dia bisa mengambil sikap bijaksana dan jelas tanpa keraguan. Biasanya orang seperti ini lebih disukai karyawan karena ketegasannya

2.Buatlah peraturan yang disepakati bersama, jika membuat secara sepihak biasanya akan menimbulkan resisten cukup tinggi. Setelah peraturan dibuat rasionalisasikan kenapa sampai muncul peraturan tersebut dan jelaskan apa manfaatnya bagi mereka. Karena terkadang mereka punya persepsi sendiri, agar persepsinya sama maka jelaskanlah sedeti-detilnya.

 

Ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum akhirnya memberhentikan karyawan. Jika anda memiliki karyawan sing nggeyel, bandel dan tidak disiplin jangan semerta-merta langsung menjatuhkan hukuman atau sanksi. Walaupun kadang kita rada gemes melihatnya, silahkan lakukan beberapa ha berikut.

1. Siapapun tidak ada yang suka kalau memiliki kesalahan di tergur di depan umum, maka usahakan untuk menegurnya dan menanyakan ada apa sehingga dia bersikap seperti itu. Budayakan tabayun itulah bahasa kerennya, dengan seperti itu kita akan bisa mengambil keputusan secara bijaksana.

2. Jika kesalahan yang dilakukannya masih bisa ditolerir maka cukup motivasi dan tunjukan jalan/cara yang benar

3. Berikan reward atau punishment yang sesuai dengan kebutuhan

 

Jika memang karywan sudah tidak pantas lagi dipertahankan atau bekerja dengan kita, maka harus dihentikan. Lalau bagaimana caranya agar orang yang kita berhentikan tidak sakit hati? Lagi-lagi sebaiknya datanglah kerumhanya, ajak untuk ngobrol dengan segala hal dan ingatkan kembali dengan peraturan yang ada. Jika sudah sepakat maka sampaikanlah terimakasih atas kerja terbaiknya selama ini ini serta mohon maaflah jika dari manajemn  ada kesalahan baik sengaja atau tidak. Diakhir pertemuan doakanlah dan katakan hub.silaturahim masih tetap berjalan. Teringat salah satu judul CD pat tung desem yang sala miliki “Bagaimana memecat orang yang tidak tepat dan yang dipecat berterimakasih”, wah mantap ini seandainya semua pelaku UKM bisa seperti ini maka rasa sakit hati setelah dipecat minim terjadi.

 

 

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s