Dari Mana Harus Dimulai?

Hari sabtu 10 november saya diminta untuk sharing tentang public speaking di STT Textil. Diawal pembukaan diskusi saya mengatakan seperti ini “untuk berbicara saja kita harus dilatih ya:)” peserta pada ikut tertawa, tentu saya tidak menuliskan secara detail gaya saya waktu itu.

 

Public speaking banyak mengulas bagaimana seseorang berbicara didepan umum. Ketakutan terbesar orang ternyata bukan mati tapi takut diminta berbicara di depan umum,,Orang ga sabar dengan proses,, walhasil pengen hasil cepat tanpa banyak ujian,,,Kebanyakan orang setelah mengikuti seminar satu atau dua jam atau sehari langsung instan berharap bisa berbicara dengan mengesankan dan memukau. Hey you know? mie instan aja ga bisa instan langsung dimakan harus direbus dulu baru bisa dimakan.

 

Seperti itu juga bisa berbicara dihadapan orang banyak, itu lahir dari latihan bro. Latihan dan latihan terus. Tapi uniknya jika kita melatih orang yang memang diberikan kemampuan berkomunikasi, dipoles sedikit saja dia akan menjadi expert.

Beda cerita lagi kalau orang yang memang tidak diberikan bakat komunikasi ya mau dilatih sampai berjuta-juta ya hanya maksimal menghasilkan level good dia tak akan bisa menjadi expert.

Latihan paling mudah agar kita bisa berkomunikasi dengan baik ya minimal bisa menyampaikan apa yang kita rasakan atau kita pikirkan.

Beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan oleh siapapun

1. Mulailah dengan kemampuan bercerita,bercerita apapun itu tapi saya sarankan untuk bercerita dari buku yang dibaca, dari kegiatan di kampus sehari-hari kepada orang terdekat atau orang tua. Kita bisa melihat reson langsung pendengar, apakah cerita kita menarik atau cara menyampaikannya menarik. Disisi lain kita akan belajar mengerna gesture tubuh audien, karena ini sangat penting agar kita bisa menyesuaikan diri dengan audien yang berbeda-beda. Bahasa simpelnya berbicara dengan empati, maka kita tidak akan memaksakan diri untuk terus berbicara ketika audien sudah bosan.

 

2. Membaca buku

Analoginya dibuku kita bisa menyerap ratusan bahkan ribuan kosa kata, sehingga di otak kita banyak perbendaharaan kata. Kenapa orang selalu berkata eeeeee atau mata melihat ke langit-langit? Jawabannya dia sedang mengisi kekosongan berfikir, ini tidak akan terjadi ketika kita memiliki cukup banyak kosa kata. Mau memproses sesuatu kalau yang diproses di otak saja tidak ada, bagaimana produk yang dikeluarkan bisa berkualitas? Begitulah analoginya. Memang cukup sederhana.

 

3.Evaluator

Poin ini sangat penting bagi saya, biasanya ketika mengisi seminar atau training saya memberikan tugas kepada satu orang yang selalu mencatat kekurang selama menyampaikan materi. Dengan begitu sebagai pembicara kita selalu tau dibagian mana yang perlu diperbaiki.

 

Paling penting bukalah awal pembicaraan dengan sesuatu yang menarik perhatian alias membuat penasaran. Sehingga mereka bersedia mendengarkan sepanjang kita menyampaikan suatu bahasan. Tampil dengan gaya diri sendiri, PD itu menular, so PD saja kalau sudah berbicara di depan umum jangan terlalu memikirkan audien, berbicara saja maka secara alamiah Anda akan bisa menggiring audien ke gawang yang sudah Anda tentukan.

 

Pembahasan singkat, silahkan saja jika ingin bertanya all about Public Speaking🙂

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s