Ga enak Lulus Kuliah

hmm mungkin aneh kali ya kedengerannya? bukannya setiap orang selalu berfikir bahwa lulus kuliah itu menyenangkan dan enak. Lagi-lagi punya pemikiran yang bertolak belakang dengan orang-orang seperti biasanya.Orang aneh memang langka di didunia ini 😀

Sudah hampir satu tahun ini saya lulus kuliah,tentu banyak waktu luang dan bisa dimanfaatkan untuk aktivitas apapun.Bisa aktivitas positif bisa juga aktivitas negatif,

Namun kerinduan akan kesibukan dunia perkuliahan selalu menyergap hati ini. Benar-benar rindu saat harus menyelesaikan tugas sampai dini hari,benar-benar rindu saat mengerjakan tugas kelompok harus berkelana dari kost satu ke kost lainnya atau berkelana dari satu industri ke industri lainnya,benar-benar rindu praktikum bergadang hanya untuk menyelesaikan laporan praktikum,benar-benar rindu dengan semua hiruk pikuk mahasiswa.

Tak bisa dipungkiri ternyata saya sangat menyukai dunia pendidikan, maka dari itu untuk mengobati semua rasa rindu akan dunia perkuliahan,maka saya putuskan untuk melanjutkan S2.Ingin sekali menjadi profesor, karena prof akhwat masih sangat minim. Menuntut jenjang pendidikan tinggi bagi seorang wanita itu wajib, bukan untuk merasa lebih tinggi dari pasangannya. Tapi karena wujud kesadarannya bhwa dirinya akan menjadi madrasah pertama anak-anaknya, jika seorang wanita memiliki wawasan yang luas tentu anak-anaknya akan tumbuh dengan sangat baik.

Melanjutkan kuliah S2 itulah obat kerinduanku dengan hiruk pikuk kehidupan kampus. Tentu tak sembarangan kampus ku pilih dan tentu tak sembarangan jurusan ku labuhkan. Tak seperti kebanyakan orang melanjutkan S2 karena gengsi,tapi aku punya value tersendiri. Sepertinya jiwa ini mencintai belajar dan terus belajar, jiwa ini akan tersiksa jika berhenti belajar.

Kampus yang kupilih adalah kampus yang aman untuk agamaku dan memiliki etika tentunya dinegara yang diridhoi Orang tuaku. Setlah sekian lama menunggu ridho mereka,akhirnya di izinkan juga,tapi bukan negara tujuan awal. Ya saya nurut saja, wajar jika ortu seperti itu karena saya seorang wanita lha apa hub nya? begini bro, dalam etika jawa tabu kalau seorang perempuan pergi terlalu jauh. Alahmdulillah ortu saya tak terlalu menganut itu, buktinya saya dibiarkan merantau ke kota kembang. Walaupun sering saya baca kekhawatiran mereka,”tenanglah mam Allah yang akan menjagaku, doakan mawon setiap waktu supodos dados tiyang sukses” itu mantra penenang yang saya ucapkan ke ibu.

Jurusan yang kupilih juga bukan asal-asalan, kupilih yang sesuai dengan warna S1 ku teknik industri ya kemungkinan yang nyambung S2 nya teknik industri, MBA,Manajemen, Ekonomi Islam, Bisnis Islam. Jurusan yang bau-baunya manajemen atau bisnis “gue banget lah itu” hehe.

So siapapun yang mau melanjutkan kuliah, temukanlah strong why? harus melanjutkan kuliah, and then strong why memilih kampus, and then strong why memilih jurusan and the last strong why memilih negara tujuan. Jika kita memiliki alasan yang kuat, maka kita akan jauh lebih produktif dan mampu bertahan dari gempuran yang ada.

Selamat berjuang bro/sist yang mempersiapkan diri melanjutkan kuliah semoga menjadi pribadi bermanfaat dan memberikan kontribusi untuk kemajuan dan kemakmuran di Indonesia

Memecat Karyawan

Sadis bener judulnya memecat karyawan, tapi apa mau dikata itulah makna sebenarnya, hehe. Saya rasa ada kata yang lebih indah diucapkan dari pada memecat yaitu “memberikan kesemapatan untuk berkarya lebih di tempat/bidang lainnya”.

 

Pengalaman saya memberhentikan beberapa karyawan terkadang menjadi dilema, tapi mau tak mau harus tegas dalam bersikap. Bagi para pelaku UKM terkadang terhambat dalam hal mengelola SDM yang ada, bagaimana tidak? karena mereka lebih banyak memperkerjakan kaum yang termarginalkan, kaum yang tingkat pendidikan rendah. Memang sangat menantang untuk mendidik mereka agar benar-benar keluar potensinya. Butuh kesabaran dan kebijaksanaan untuk mengarahkan, dan paling utama menumbuhkan rasa PD dalam diri mereka.

 

Kenapa PD penting, selama saya terjun mengurusi SDM kebanyakan kaum yang terpinggirkan ini menilai dirinya rendah, sehingga banyak potensinya tertimbun “saya cuman orang rendah mbak ya jadi hidup seadanya saja”, hmmm ini kata-kata yang paling sering saya temukan disaat berbincang dengan mereka. Terkadang pusing juga jika mereka membuat ulah, tapi semuanya itu saya anggap pembelajaran jadi tak ada yang sia-sia.

 

Kembali ke topik, begitu banyak pelaku UKM kesulitan mengatur SDM mereka, bahkan untuk bisnis yang lumayan besar. Woy jangan terpana dulu melihat bisnis yang banyak cabangnya, pengalaman yang saya rasakan semakin banyak cabang semakin banyak lagi keruwetan kalau sistemnya tidak dibuat kokoh. So Anda salah besar kalau menilai bisnis dari banyak sedikitnya cabang, yang paling penting buatlah bisnis anda benar-benar kokoh walaupun masih kecil. Karena bisnis yang kokoh ketika akan menggembangkan sayap mantap dalam melangkah dan kuat antivirusnya.

 

Untuk membangun SDM yang kuat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan

1. Letakkan orang yang bisa bersikap tegas, karena jika ada suatu pelanggaran dia bisa mengambil sikap bijaksana dan jelas tanpa keraguan. Biasanya orang seperti ini lebih disukai karyawan karena ketegasannya

2.Buatlah peraturan yang disepakati bersama, jika membuat secara sepihak biasanya akan menimbulkan resisten cukup tinggi. Setelah peraturan dibuat rasionalisasikan kenapa sampai muncul peraturan tersebut dan jelaskan apa manfaatnya bagi mereka. Karena terkadang mereka punya persepsi sendiri, agar persepsinya sama maka jelaskanlah sedeti-detilnya.

 

Ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum akhirnya memberhentikan karyawan. Jika anda memiliki karyawan sing nggeyel, bandel dan tidak disiplin jangan semerta-merta langsung menjatuhkan hukuman atau sanksi. Walaupun kadang kita rada gemes melihatnya, silahkan lakukan beberapa ha berikut.

1. Siapapun tidak ada yang suka kalau memiliki kesalahan di tergur di depan umum, maka usahakan untuk menegurnya dan menanyakan ada apa sehingga dia bersikap seperti itu. Budayakan tabayun itulah bahasa kerennya, dengan seperti itu kita akan bisa mengambil keputusan secara bijaksana.

2. Jika kesalahan yang dilakukannya masih bisa ditolerir maka cukup motivasi dan tunjukan jalan/cara yang benar

3. Berikan reward atau punishment yang sesuai dengan kebutuhan

 

Jika memang karywan sudah tidak pantas lagi dipertahankan atau bekerja dengan kita, maka harus dihentikan. Lalau bagaimana caranya agar orang yang kita berhentikan tidak sakit hati? Lagi-lagi sebaiknya datanglah kerumhanya, ajak untuk ngobrol dengan segala hal dan ingatkan kembali dengan peraturan yang ada. Jika sudah sepakat maka sampaikanlah terimakasih atas kerja terbaiknya selama ini ini serta mohon maaflah jika dari manajemn  ada kesalahan baik sengaja atau tidak. Diakhir pertemuan doakanlah dan katakan hub.silaturahim masih tetap berjalan. Teringat salah satu judul CD pat tung desem yang sala miliki “Bagaimana memecat orang yang tidak tepat dan yang dipecat berterimakasih”, wah mantap ini seandainya semua pelaku UKM bisa seperti ini maka rasa sakit hati setelah dipecat minim terjadi.

 

 

Gathering Family

Hari kamis 1 muharam saya bersama team dan keluarga jalan-jalan ke daerah garut, tepatnya kami mengunjungi puncak drajat berada lebih atas dari sabda Alam. Perjalanan dimulai jam 7 pagi dari bandung dan kami tiba sekitar puku 10.15 wib,  sempat berhenti karena dua penumpang mengalami mabuk perjalanan. Kesalahannya adalah mereka meminum susu setelah makan bubur, mungkin terjadi reaksi dalam perut ya tapi itu hanya dugaan saya saja belum tentu terbukti secara ilmiah. Sebanyak 24 orang terangkut dalam 2 mobil avanza,  banyak tragedi dan kisah penuh hikmah dibalik perjalanan ini.

 

Mulai dari bertemu korban tabrak lari, acara yang serba dadakan jadi terkesan semrawut, salah satu mobil terlambat kita kembalikan sehingga kami tidak enak karena sudah ingkar janji karena hanya menyewa setengah hari. Keterlambatan mengembalikan salah satu mobil dikarenakan teman saya nyasar jauh banget, yang seharusnya setengah jam sampai ini sampai 2 jam. Hadeuh benar-benar muka tembok, saya langsung minta maaf atas ketidak nyamanan ini.  Motor yang mau dibawa (ditinggal dirental mobil) sebelumnya habis dikerjain maling sehingga kunci tak bisa dimasukkan, jadi semakin menambah rentetan cerita menarik hari itu. Karena acara hari kamis ini dadakan persiapannya jadi memang saya akui kurang terencana dengan baik.

 

Awalnya sebenarnya saya tidak sepakat atas ide ini berpergian jauh setengah hari lebih, dengan pertimbangan akan kelelahan, kalau membawa anak-anak besoknya pasti sekolah dan hari jum’at lumayan banyak kerjaan yang harus diselesaikan karyawan. Muncul dari feeling ga baik saja kalau kamis pergi akan terjadi sesuatu yang buruk, ya tapi mengingat sudah disepakati karyawan dan saya kaum minoritas. Maka sesuai prinsip syuro saya harus menaatinya, teringat pelajaran perang uhud. Tapi yang terjadi adalah perlajaran terbaik dari Allah, tinggal bagaimana kita menilainya. “Seorang pemenang akan melihat kebaikan dari setiap keburukan,dan seorang pecundang akan selalu meihat keburukan dari setiap kebaikan”

 

Dengan kejadian ini saya bisa bercerita berdasarkan pengalaman yang saya alami. Tips bagi anda yang ingin meningkatkan kekompakan karyawan atau mengeratkan rasa kekeluargaan berikut saya sampaikan.

1. Buatlah rencana jauh-jauh hari kalau sehari pulang minimal H-5 keberangkatan, kalau menginap minimal H-8 keberangkatan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan

2.Buatlah schedule mau melakukan apa saja dan sampai jam berapa, karena jika tidak disiplin akan merugikan banyak orang

3.Menentukan koordinator dan penanggung jawab saat hari H,mulai peserta, tour, konsumsi dan kepulangan

4.Jika membawa sopir siapkan juga cemilan dan konsumsinya

5.Pilihlah tempat yang sesuai dengan kantong, jangan sampai niatnya ingin senang-senang tapi malah menghamburkan uang.

 

Sedikit komentar saya tentang objek wisata puncakDrajat, tempat ini masih belum selesai dibangun tapi sudah menarik pengunjung yang banyak saat liburan. Tempat favorit adalah waterboomnya ada chumbucket, terowongan ekstrim sangat besar kolamnya, satu kolam anak-anak dan satu kolam dewasa. Sangking banyaknya pengunjung saung yang tersedia tidak mampu menampung pengunjung yang membludag, untungnya saya dan rombongan dapat temat pas dibawah luncuran air walupun agak ga nyaman. Selain kolam air ada tempat outbond dan kebun strawberry, saya sempat mencoba wahana outbond ada flying fox, berkuda, mobil(ga tau namanya) dan trampolin. Suasananya di puncak dengan landscape yang indah semakin memanjakan mata dan benar-benar melepaskan rasa penat.

 

Beberapa hasil jepretan foto dengan camera Hp Nokia C7 tidak terlau banyak, karena saya lebih fokus untuk menikmati suasana alam yang sejuk dan indah.

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dari Mana Harus Dimulai?

Hari sabtu 10 november saya diminta untuk sharing tentang public speaking di STT Textil. Diawal pembukaan diskusi saya mengatakan seperti ini “untuk berbicara saja kita harus dilatih ya:)” peserta pada ikut tertawa, tentu saya tidak menuliskan secara detail gaya saya waktu itu.

 

Public speaking banyak mengulas bagaimana seseorang berbicara didepan umum. Ketakutan terbesar orang ternyata bukan mati tapi takut diminta berbicara di depan umum,,Orang ga sabar dengan proses,, walhasil pengen hasil cepat tanpa banyak ujian,,,Kebanyakan orang setelah mengikuti seminar satu atau dua jam atau sehari langsung instan berharap bisa berbicara dengan mengesankan dan memukau. Hey you know? mie instan aja ga bisa instan langsung dimakan harus direbus dulu baru bisa dimakan.

 

Seperti itu juga bisa berbicara dihadapan orang banyak, itu lahir dari latihan bro. Latihan dan latihan terus. Tapi uniknya jika kita melatih orang yang memang diberikan kemampuan berkomunikasi, dipoles sedikit saja dia akan menjadi expert.

Beda cerita lagi kalau orang yang memang tidak diberikan bakat komunikasi ya mau dilatih sampai berjuta-juta ya hanya maksimal menghasilkan level good dia tak akan bisa menjadi expert.

Latihan paling mudah agar kita bisa berkomunikasi dengan baik ya minimal bisa menyampaikan apa yang kita rasakan atau kita pikirkan.

Beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan oleh siapapun

1. Mulailah dengan kemampuan bercerita,bercerita apapun itu tapi saya sarankan untuk bercerita dari buku yang dibaca, dari kegiatan di kampus sehari-hari kepada orang terdekat atau orang tua. Kita bisa melihat reson langsung pendengar, apakah cerita kita menarik atau cara menyampaikannya menarik. Disisi lain kita akan belajar mengerna gesture tubuh audien, karena ini sangat penting agar kita bisa menyesuaikan diri dengan audien yang berbeda-beda. Bahasa simpelnya berbicara dengan empati, maka kita tidak akan memaksakan diri untuk terus berbicara ketika audien sudah bosan.

 

2. Membaca buku

Analoginya dibuku kita bisa menyerap ratusan bahkan ribuan kosa kata, sehingga di otak kita banyak perbendaharaan kata. Kenapa orang selalu berkata eeeeee atau mata melihat ke langit-langit? Jawabannya dia sedang mengisi kekosongan berfikir, ini tidak akan terjadi ketika kita memiliki cukup banyak kosa kata. Mau memproses sesuatu kalau yang diproses di otak saja tidak ada, bagaimana produk yang dikeluarkan bisa berkualitas? Begitulah analoginya. Memang cukup sederhana.

 

3.Evaluator

Poin ini sangat penting bagi saya, biasanya ketika mengisi seminar atau training saya memberikan tugas kepada satu orang yang selalu mencatat kekurang selama menyampaikan materi. Dengan begitu sebagai pembicara kita selalu tau dibagian mana yang perlu diperbaiki.

 

Paling penting bukalah awal pembicaraan dengan sesuatu yang menarik perhatian alias membuat penasaran. Sehingga mereka bersedia mendengarkan sepanjang kita menyampaikan suatu bahasan. Tampil dengan gaya diri sendiri, PD itu menular, so PD saja kalau sudah berbicara di depan umum jangan terlalu memikirkan audien, berbicara saja maka secara alamiah Anda akan bisa menggiring audien ke gawang yang sudah Anda tentukan.

 

Pembahasan singkat, silahkan saja jika ingin bertanya all about Public Speaking 🙂

 

Mengasah Jiwa

Entah sejak kapan sudah lama tidak menulis note di facebook, padahal dulu orang paling getol nulis berdasarkan permasalahan di lapangan. Karena umur yang bertambah atau malah mulai memahami haluan lainnya, akhirnya mulai mengurangi aktivitas menulis. Padahal dalam hati ingin sekali berbagi hikmah kehidupan, hehe lagi-lagi semangatnya untuk nulis lagi mlempem, makanya peru dibakar lagi biar jadi kriuk-kriuk.

 

Sebenarnya sedang membuktikan kata-kata seorang kakak kalas yang saya dapatkan sekitar 4 tahun lalu, saat saya bergabung dengan sebuah redaksi majalah, petuah beliau adalah “ist menulis itu membutuhkan ketajaman dan kepekaan jiwa,karena dia dituntut untuk bisa menangkap makna dari setiap kejadian serta menuangkanya dalam tulisan, sehingga sesuatu yang biasa bisa menjadi luar biasa”. Waktu itu saya hanya manggut-manggut saja, karena mendapatkan job untuk bagian puisi. Bukan saya namanya kalau ga rada nyleneh membuktikan kata-katanya hehe.

 

Semenjak SMP memang saya hoby menulis tapi puisi dan cerpen,hmm tapi kalau dihitung-hitung lebih banyak puisi. Karena semenjak kecil sudah diajarin ortu jadi pujangga 😀 setiap acara 17 agustus pasti puisi lagi puisi lagi hehe. Bila lagi mood nulis bisa dalam sejam menghasilkan beberapa karya, kalau ingat dulu selalu ada note kecil di samping tempat tidur, note itu saya gunakan untuk mencatat ide atau kata-kata yang melintas biar ga hilang makanya cepat-cepat dicatat :).

Berlanjut, sebenarnya saya lebih suka gaya menulis untuk berbagi, yaa…. setiap orang punya gaya berbeda-beda. apapun itu gaya loe yang enting sarat dengan manfaat bagi pembacanya. Sepanjang saya rajin menghasilkan tulisan memang benar apa kata kakak kelas saya tadi, bahwa jiwa kita akan semakin peka dengan setiap kejadian di sekitat kita. Beberapa bulan kebelakang ini saya coba untuk off menulis atau mengurangi porsi menulis. Dan efeknya saya merasakan ada sesuatu yang berbeda dari sebelumnya, ternyata daya kepekaan saya menjadi turun. Teringat juga kalau sedekah itu membuat hidup kita semakin berkualitas dan bahagia, dan tulisan itu termasuk sedekah. Baru nyadar kalau saya pelit sedekah tulisan hehe. Alhamdulillah disadarkan Allah atas kealpaan ini. So kawan jika ingin memiliki jiwa dan hati yang peka maka mulailah menulis, bagikan hikmah yang bisa kau tangkap. Mari kita bantu orang lain untuk memahami hidup ini dari setiap tulisan penuh hikmah yang siap dibagikan, karena sebenarnya kita sedang berbagi energi positif.

Mungkin saya akan lebih fokus membahas tentang bisnis atau ekonomi islam, karena saya begitu tergila-gila dengan dua hal itu. Kata orang bijak “This my way” :). Mohon doanya semuanya ya 🙂

Alhamdulillah

Sejenak membuka buka coretan masa lalu, saat masih duduk di semester 2 bangku kuliah. Puisi yang selalu menjadi halaman pertama binderku menjadi teman mengarungi berbagai aktivitas harian. Agar jiwa ini selalu mengingat betapa besar nikmatNya “Bukan dengan bahagia baru bersyukur, tapi bersyukurlah maka kau akan selalu bahagia”

 

Alhamdulillah

Sering aku bertanya tentang arti dari sebuah Alhamdulillah

kulirik disetia detak kehidupan

disudut peradaban manusia

dibalik senyuman hangat seorang sahabat

dibalik kebahagiannya menghadapi aktifitas harian

melalui kesederhanaannya

melaui keikhlasan penghambaannya

Yah..

kadang hati ini menyeletuk

membakarku tuk segera temukan arti Alhamdulillah

Hingga akhirnya diri ini sampai disebuah babak kehidupan

yang mengharuskan seluruh jiwa ini untuk restart

maka aku baru memahami arti bersyukur

Alhamdulillah lebih mahal dari dunia seisinya

Alhamdulillah ya Rab…….

Dengan segala kekuatan yang Engkau beri

Hingga diri ini Engkau mampukan menangkap hikmah

disetiap langkah kehidupan.

Bandung 2008 , ditengah hiruk pikuk  kehidupan mahasiswa.

INSPIRASI Semangat Pagi Kawan

“Kebaikan itu meninggalkan sinar di wajah, cahaya di hati, keluasan rizki, kekuatan fisik, dan kecintaan dalam hati orang lain… Kejahatan itu mengakibatkan kegelapan di wajah, dan di hati, kelemahan di badan, kekurangan dalam rizki, dan kebencian dalam hati orang lain”. (Abdullah Bin Abbas)

 

‘Education and ambition will carry you out far in the pursuit of yours goals, but if you combine your knowledge with altruis action, your potential for succes will be unbounded”(James W .Lewis, Dir.Eksctif Golden Key Nationa Honor AS)

 

“Kalau saya tidak mencintai pekerjaan saya,maka bisa diastikan saya akan mengerjakannya secara asa-asalan,kalau saya mengerjakan pekerjaan saya secara asa-asalam,bisa dipastikan saya tidak akan pernah menghasilkan sesuatu yang berarti.Bila saya tidak menghasilkan sesuatu yang berarti,tidak akan pernah ada yang mau memandang saya”(Gede Prama)

 

“Ketika cinta memanggilmu,ikutilah,meskiun jalan yang kautempuh begitu terjal dan berliku-liku.Ketika sayap-sayanya merengkuhmu,serahkan dirimu padanya”(Khalil Gibran)

 

“Tujuan hidup ini bukanlah untuk menyelesaikan semua tugas,tapi untuk menikmati setiap langkah dalam perjalanan hidup dan merasakan hidup yang penuh dengan cinta kasih sayang”(Richard Calson)