SURGA DARI KAMAR MANDI ? [MengIndonesia]

Ini adalah judul artikel yang saya buat sekitar 2 tahun lalu tepatnya 21 juli 2010. Agar semakin memahmi Kebesaran Allah dan sempurnya Seknarionya, silhkan membaca artikel ini dulu http://www.facebook.com/notes/istiqomah-nur-l/surga-dari-kamar-mandi/405861040997 baru nanti melanjutkan membaca tulisan ini.

 

Saya baru tau ada sekeluarga yang hidup tidak layak di sekitar tempat tinggal saya, waktu itu mereka masih menempati sebuah ruangan berukuran kamar mandi. Cukup kecil dan sempit untuk dihuni 3 orang, jangan dibayangkan rasa nyamannya untuk tidur saja kaki tak bisa diluruskan. Ya benar, karena ruangan itu dulu memang sebuah kamar mandi bekas Sekolah Dasar yang sekarang sudah beralih fungsi menjadi tempat tinggal.

Sudah 2 tahun berlalu, setiap saya bertemu teman saya ceritakan kondisi  keluarga tersebut dan saya ajak untuk mengunjunginya. Rata-rata teman-teman saya menitikkan air mata melihat kondisinya, tapi bagi saya air mata itu sudah kering. Setiap teman yang saya ajak ternyata mereka mengajak teman-temannya yang lainnya untuk mengunjungi. Saya merasa sedikit lega, karena banyak orang peduli pada nenek iyah dan kakek feri.

Namun lamban laun seiring berjalannya waktu, teman-teman yang sering mengunjungi mulai menghilang satu persatu. Entah pindah keluar bandung, entah alasan ngerjain TA/PA/Skripsi atau entah dengan alasan lainnya yang merasa sok sibuk. Duh kalau mengingatnya harus dibarengi Istigfar, seharusnya mereka tidak boleh menjadikan itu sebagai alasan untuk berhenti berbuat kebaikan. Marah? iya tapi cukuplah kemarahanku atas sikap mereka kuadukan ke Allah. Tak ada gunanya juga menyimpan semua perasaan itu.

Kulupakan teman-teman yang dulu begitu banyak, ya aku pun harus legowo menerima sikap mereka. Karena setiap orang punya pilihan, tapi pilihanku ingin tetap merawatnya hingga ajal menjemputku. Biarlah nanti Allah yang akan mengganti semuanya. Tak bisa disalahkan juga mereka yang pernah membantu, setiap orang tidak bisa disamakan. Saya mengucapkan jazakallah khairan katsiran atas kesediaan teman-teman membantu nenek iyah, kakek feri dan ina. Pasti Allah akan membalasnya.

Hari ini setelah dua tahun berlalu, Allah memberikan seseorang yang mau perhatian dan rutin mengunjunginya. Dia adik kelasku yang seminggu lalu saya ajak menengok nenek. Begitu banyak orang ingin membantu, saya sangat senang melihatnya. Benar-benar saya melihat buktinya Allah pasti mencukupi semua kebutuhan hamba-hambanya.

Dan hari ini Allah menunjukkan Kebesaran dan kuasanya, karena saya gundah jika suatu saat saya meninggal, jika suatu saat saya harus meninggalkan Bandung. Siapa lagi yang mau secara rutin menengok dan merawata nenek, ina dengan penuh kasih sayang. Saya mewasiatkan pada dua orang untuk terus merawat nenek jika saya sudah tidak ada yaitu adik kelas saya tadi dan salah seorang sahabat dekat saya. Saya bisa lebih bernafas lega, karena selama dua tahun ini mencari-cari orang yang tepat untuk menyampaikan hal tersebut. Dan saya tidak ragu dengan mereka berdua, Insya Allah dengan izinNya mereka berdua bisa menjalankan amanah yang saya berikan.

Kembali lagi hari seorang trainer yang mengajari saya tentang Dream Planning dan Foto Aura mencari tempat untuk lokasi syuting “Menjemput Impian”. Langsung saja saya tawarkan lokasi nenek iyah tadi, dan subhanallah team Kang Zae bersedia. Dan ini beberapa gambar yang sempat saya ambil setelah selesai syuting dari Sindo Tv.

Kang Zae, nenek iyah, ina setelah Syuting selesai.

Mas kameramen yang menangis dari awal masuk rumah hingga sesi selesai, dan adik2 dari SMA Unpas.

Subhanallah, saya hanya bisa mengucap syukur bahwa Allah menenangkan hati saya dengan begitu banyaknya orang yang bersedia membantu. Kejadian ini membuat saya semakin yakin bahwa Allah itu dekat dan sangat dekat, bahwa Allah itu Maha Mendengar semua permintaan dalam hati kita pasti dikabulkan hanya bersabarlah menunggu waktu terbaik menurut Allah.

Begitu banyak orang yang ingin membantu, saya ingin membuat sebuah komunitas yang bergerak sosial. Karena masih banyak orang-orang seperti nenek iyah, hanya saja kita belum menemukannya. Rasanya juga tidak adil jika semua bantuan hanya terfokuskan pada nenek iyah, sedangkan masih banyak diluar sana yang kelaparan. Sahabatku mulailah menengok kekanan dan kekiri dari tempat tinggal kita, adakah keluarga yang memiliki nasib yang sama dengan nenek iyah? Mereka yang lebih dekat denganmu lebih utama untuk engkau bantu. Biarlah kisah hidup nenek iyah dan kakek feri(alm) menjadi inspirasi banyak orang. Subhanallah mereka orang yang sederhana, ikhlas dan sabar menjalani hidup pemberian Sang Maha Hebat, bisa menjadi inspirasi begitu banyak orang. Nah kita, yang serba kecukupan segalanya sudahkah menjadi inspirasi bagi orang lain? Jika belum, masih ada waktu kawan ..masih ada waktu,, jadilah pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Selamat berjuang.

Spesial thank’s to Kang Zae Hanan, Kang Ian, Rijani, Sma Unpas, Bem IT telkom, fosma Politeknik Telkom, keluarga mahasiswa sukapura, rio, mbak huri dan yang mendoakan secara diam-diam ataupun terang-terangan. Semoga langkah kecil ini menjadi Inspirasi bagi orang lain.

Syuting hari ini akan ditayangkan di Sindo Tv dalam acara MotivaTalk.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s