LOGIKA SIAPA?

Saya melihat begitu banyak orang yang berani bertindak berbeda dari yang lainnya, seperti

1. Menyedekahkan semua hartanya tanpa takut kelaparan dan miskin

2. Mengambil sebuah keputusan mustahil kata banyak orang

3. Berani bertindak dengan sedikit informasi tanpa takut gagal

Ini hanyalah sebagian contoh yang sering terjadi disekitar kita dan ternyata dari kejadian itu mereka biasanya bertambah kaya, bertambah pemahamannya tentang hidup, bertambah dekat dengan Allah, bertambah dewasa, bertambah tanggu, bertambah kematangan jiwanya, bertambah bijaksana, pastinya bertambah bahagia. But yang semuanya itu tak bisa diniliakan dengan uang. 

Manusia sedikit sekali bersyukur

Biasanya ketika mendapatkan sebuah kejadian manusia lebih mengutamakan prasangka negatif daripada bersyukuri

Tak berani mengambil langkah karena masih menggunakan logika manusia yang penuh perhitungan. Berbeda dengan logika Allah yang tak bisa dijangkau dengan akal manusia. Menurut manusia tak mungkin tapi menurut Allah itu sangat mungkin. so gunakan logika Allah dalam setiap hidupmu,, maka engkau akan selalu tenang dan berani dalam mengambil setiap keputusan. Karena ada Allah yang Maha Besar dan tak pernah tidur.

Teringat surat Al-Mulk salah satu surat favorit saya, karena betapa besarNya dan kuasaNya disampaikan di surat ini. Di akhir ayat kedua Allah menggandengkan Al’Aziz dan Al ghofur. Semaha perkasanya Allah tapi Allah tetap mendahulukan ampunannya. So jangan takut melangkah dalam hidupmu, jangan takut salah karena ada Allah yang akan mengampunimu.

That’s why Al mulk juga menceritakan tentang langit dan bintang, hingga sekarang saya sangat menyukai aktivitas memandang langit dan bintang. Tiga tahun silam sangking saya sukanya dengan surat An Najm sampai-sampai ngasih saran ke saudara ngasih nama anaknya yang baru lahir dengan nama “Najma” hehe. Dengan memandang langit dan bintang jiwa terasa kecil, pasti kita berfikir bagaimana Allah bisa meninggikan langit tanpa tiang?, dengan memandang langit serasa tak pernah kesepian karena dimanapun berada kita bisa selalu berdialog denganNya serasa selalu tersambung dengannya. Sinyalnya kuat maka koneksi dengan Nya lancar 🙂

That’s life bro sepanjang hidup adalah belajar dan Allah langsung yang menjadi guru kita. Karena masih banyak PR untuk memperbaiki bangsa ini menjadi bangsa besar bukan hanya secara teritorial tapi besar dengan karya.

 

Banyak orang takut sengsara dalam hidupnya karena logika manusia pernuh perhitungan, jika begini..nanti begini..jika begitu..ga bisa begini…. Jika engkau ingin membuktikan seberapa besar rasa percayamu bahwa Allah akan memenuhi semua kebutuhan dalam hidup kita, maka benturkan dirimu dengan hal-hal yang takut engkau lakukan[positif red], semakin takut melakukan maka disitu sebenarnya terletak Rahmat   Allah yang sangat besar.

 

Selamat mencoba, HATI-HATI RESIKONYA ANDA BISA BAHAGIA dan MENJADI ORANG PALING BERUNTUNG . 🙂

 

Setetes Embun Kehidupan

Buka-buka binder ketemu puisi yang dulu diikutkan di lomba Puisi MPAI 2007 dikampus, udah lama juga ya. Puisi itu menyimpan kesenangan tersendiri, maka yang saya baca waktu itu adalah puisi buatan saya sendiri,hehe tapi malah dapat juara 1. Hasil karya sendiri maybe waktu itu saya lebih menghayati waktu membacakannya dengan mimik dan intonasi yang sesuai, masih ingat juga waktu sampai menangis dan tersimpuh membaca puisi ini. Semoga bermanfaat

SETETES EMBUN KEHIDUPAN

Setitik nikmat tak mampu tandingi

segala cinta kasihMU 

dalam ungkaian hati…

merintih menyusur menekur merantai ungkapan jiwa

terjuntai benang kasih MU

melilit membungkus hatiku yang kelu

dengan segala kesibukanku

dengan mesra KAU ungkapkan lewat bisikan angin

Bahwa Engkau…bahwa Engkau…

begitu menyukai diriku dalam balutan rasa bersalahku

terduduk tersimpuh lutut ini

hujan airmata tlah membasahi keringnya hati

pekat dengan beribu kecongkakan,kesombongan

serta serentetan dosa lainnya

Engkau tananmkan benih keimanan

kan selalu Engkau jaga, Engkau sirami dengan embun cinta

manisnya begitu mewarnai lembaran pena hidup ini

hingga guratan warna kebahagian memenuhi nafas kehidupanku

Sejarah diponegoro tlah lama berlalu

Suara tebasan pedang sang khalid tlah menjadi legenda

Membahana disetiap sudut peradaban

mengorek misteri

Hanya satu terpatri

Kasih-MU tlah merubah keringnya dunia

dengan hembusan cinta

Memancar disetiap dahan kehidupan

ranum dengan buah keimanan

memancarkan cahaya kemegahan

keagunganMu menerpa hambaMu yang hanif

Mewarnai hidupnya dengan seribu tinta emas

Harumnya menyekat antara dosa dan pahala

Tuhan kapankah cahaya itu bersemayam dalam diriku?

Hingga terasa kebahagiaan dalam setiap langkah hidup.

Sudah lupa ini dibuatnya kapan tepatnya, sepertinya sebelum perlombaan dimulai.

SURGA DARI KAMAR MANDI ? [MengIndonesia]

Ini adalah judul artikel yang saya buat sekitar 2 tahun lalu tepatnya 21 juli 2010. Agar semakin memahmi Kebesaran Allah dan sempurnya Seknarionya, silhkan membaca artikel ini dulu http://www.facebook.com/notes/istiqomah-nur-l/surga-dari-kamar-mandi/405861040997 baru nanti melanjutkan membaca tulisan ini.

 

Saya baru tau ada sekeluarga yang hidup tidak layak di sekitar tempat tinggal saya, waktu itu mereka masih menempati sebuah ruangan berukuran kamar mandi. Cukup kecil dan sempit untuk dihuni 3 orang, jangan dibayangkan rasa nyamannya untuk tidur saja kaki tak bisa diluruskan. Ya benar, karena ruangan itu dulu memang sebuah kamar mandi bekas Sekolah Dasar yang sekarang sudah beralih fungsi menjadi tempat tinggal.

Sudah 2 tahun berlalu, setiap saya bertemu teman saya ceritakan kondisi  keluarga tersebut dan saya ajak untuk mengunjunginya. Rata-rata teman-teman saya menitikkan air mata melihat kondisinya, tapi bagi saya air mata itu sudah kering. Setiap teman yang saya ajak ternyata mereka mengajak teman-temannya yang lainnya untuk mengunjungi. Saya merasa sedikit lega, karena banyak orang peduli pada nenek iyah dan kakek feri.

Namun lamban laun seiring berjalannya waktu, teman-teman yang sering mengunjungi mulai menghilang satu persatu. Entah pindah keluar bandung, entah alasan ngerjain TA/PA/Skripsi atau entah dengan alasan lainnya yang merasa sok sibuk. Duh kalau mengingatnya harus dibarengi Istigfar, seharusnya mereka tidak boleh menjadikan itu sebagai alasan untuk berhenti berbuat kebaikan. Marah? iya tapi cukuplah kemarahanku atas sikap mereka kuadukan ke Allah. Tak ada gunanya juga menyimpan semua perasaan itu.

Kulupakan teman-teman yang dulu begitu banyak, ya aku pun harus legowo menerima sikap mereka. Karena setiap orang punya pilihan, tapi pilihanku ingin tetap merawatnya hingga ajal menjemputku. Biarlah nanti Allah yang akan mengganti semuanya. Tak bisa disalahkan juga mereka yang pernah membantu, setiap orang tidak bisa disamakan. Saya mengucapkan jazakallah khairan katsiran atas kesediaan teman-teman membantu nenek iyah, kakek feri dan ina. Pasti Allah akan membalasnya.

Hari ini setelah dua tahun berlalu, Allah memberikan seseorang yang mau perhatian dan rutin mengunjunginya. Dia adik kelasku yang seminggu lalu saya ajak menengok nenek. Begitu banyak orang ingin membantu, saya sangat senang melihatnya. Benar-benar saya melihat buktinya Allah pasti mencukupi semua kebutuhan hamba-hambanya.

Dan hari ini Allah menunjukkan Kebesaran dan kuasanya, karena saya gundah jika suatu saat saya meninggal, jika suatu saat saya harus meninggalkan Bandung. Siapa lagi yang mau secara rutin menengok dan merawata nenek, ina dengan penuh kasih sayang. Saya mewasiatkan pada dua orang untuk terus merawat nenek jika saya sudah tidak ada yaitu adik kelas saya tadi dan salah seorang sahabat dekat saya. Saya bisa lebih bernafas lega, karena selama dua tahun ini mencari-cari orang yang tepat untuk menyampaikan hal tersebut. Dan saya tidak ragu dengan mereka berdua, Insya Allah dengan izinNya mereka berdua bisa menjalankan amanah yang saya berikan.

Kembali lagi hari seorang trainer yang mengajari saya tentang Dream Planning dan Foto Aura mencari tempat untuk lokasi syuting “Menjemput Impian”. Langsung saja saya tawarkan lokasi nenek iyah tadi, dan subhanallah team Kang Zae bersedia. Dan ini beberapa gambar yang sempat saya ambil setelah selesai syuting dari Sindo Tv.

Kang Zae, nenek iyah, ina setelah Syuting selesai.

Mas kameramen yang menangis dari awal masuk rumah hingga sesi selesai, dan adik2 dari SMA Unpas.

Subhanallah, saya hanya bisa mengucap syukur bahwa Allah menenangkan hati saya dengan begitu banyaknya orang yang bersedia membantu. Kejadian ini membuat saya semakin yakin bahwa Allah itu dekat dan sangat dekat, bahwa Allah itu Maha Mendengar semua permintaan dalam hati kita pasti dikabulkan hanya bersabarlah menunggu waktu terbaik menurut Allah.

Begitu banyak orang yang ingin membantu, saya ingin membuat sebuah komunitas yang bergerak sosial. Karena masih banyak orang-orang seperti nenek iyah, hanya saja kita belum menemukannya. Rasanya juga tidak adil jika semua bantuan hanya terfokuskan pada nenek iyah, sedangkan masih banyak diluar sana yang kelaparan. Sahabatku mulailah menengok kekanan dan kekiri dari tempat tinggal kita, adakah keluarga yang memiliki nasib yang sama dengan nenek iyah? Mereka yang lebih dekat denganmu lebih utama untuk engkau bantu. Biarlah kisah hidup nenek iyah dan kakek feri(alm) menjadi inspirasi banyak orang. Subhanallah mereka orang yang sederhana, ikhlas dan sabar menjalani hidup pemberian Sang Maha Hebat, bisa menjadi inspirasi begitu banyak orang. Nah kita, yang serba kecukupan segalanya sudahkah menjadi inspirasi bagi orang lain? Jika belum, masih ada waktu kawan ..masih ada waktu,, jadilah pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Selamat berjuang.

Spesial thank’s to Kang Zae Hanan, Kang Ian, Rijani, Sma Unpas, Bem IT telkom, fosma Politeknik Telkom, keluarga mahasiswa sukapura, rio, mbak huri dan yang mendoakan secara diam-diam ataupun terang-terangan. Semoga langkah kecil ini menjadi Inspirasi bagi orang lain.

Syuting hari ini akan ditayangkan di Sindo Tv dalam acara MotivaTalk.