MIMPI Anak Di Perantauan series (Part:Perjuangan Ibu)

Di pagi yang sejuk ini setelah saya menyelesaikan membaca sebuah  buku karangan A Fuadi,dkk yang berjudul “Berjalan Menembus Batas” Man Jadda Wajada Series. Cerita yang didominasi bagaimana perjuangan dari kecil dan keindahan masa kecil hingga remaja sehingga menjadi daya dorong sangat kuat untuk mengarah mencapai impiannya. Saya juga tak mau kalah dengan mereka, ingin juga membagikan kisah hidup saya yang sederhana  kenangan dan pembelajaran waktu kecil begitu membekas dalam lubuk hati sehingga menjadi proporsi besar membentuk karakter. Kisah ini juga bisa menjadi inspirasi sahabat sebagai metode ‘parenting’ atau pengasuhan. Hmm saya belum punya anak mbak untuk apa belajar parenting? sebuah pertanyaan ketika saya mengenalkan belajar parenting sejak dini di kalangan mahasiswa tingkat dua, saya jawab “Benar kita memang belum punya anak, tapi bukankah kita punya adik, punya keponakan yang masih kecil, disekitar kita banyak anak-anak kecil. Jadikan mereka sebagai media pembelajaran kita, ini adalah sebuah naluri untuk membantu anak-anak kecil disekitar kita agar menjadi lebih baik lagi. Agar nanti kalian bisa menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak dan lingkungan sekitar, karena ini adalah sebuah proses bukan sesuatu ujug-ujug jadi instan.”

Diatas adalah sepenggal cerita ketika saya berdiskusi dengan seorang mahasiswa yang masih berkutat dengan sibuknya tugas kuliah, bisa jadi fenomena di atas banyak terjadi disekeliling kita. Merasa  sesuatu hal yang tabu jika berbicara tentang parenting usia dini. Bagi orang-orang desa termasuk saya , kebiasaan orang tua sudah menanamkan ilmu parenting sejak dini bahkan ketika saya masih TK. Walaupun saat itu saya masih binggung dengan nasehat  yang orang tua sampaikan. Baiklah sahabat mari kita mulai cerita ini dengan basmallah.

 

Saya lahir disebuah desa di daerah Boyolali pasti kurang familiar ditelinga sahabat semua, sahabat tau Bandara Adi Soemarmo tempat kecelakaan pesawat Lion Air yang masuk ke kuburan. Yap benar  sekitar 10 menit dari bandara desaku bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor. Aku menetap tinggal disini  mulai awal kelas 3 SD, untuk menemani nenek yang sendirian sekaligus jarak tempuh lebih dekat ke sekolah maupun tempat Ortu mengajar. Sahabat..kedua orang tuaku guru, saat itu Ibuku masih mengajar sebagai guru di SMP N 1 Simo sedangkan ayah mengajar di MI AL ISLAM di desaku. Dari lahir hingga kelas 3 SD aku tinggal di daerah sawit sekitar 5 menit dari Rs.Dokter Oen kalau sahabat dari solo mau ke klaten atau sebaliknya maka sahabat akan melewati sebuah patung sapi di pinggir jalan dekat dengan pasar tegalgondo klaten. Saya mau mengajak sahabat bernostalgia  tentang kenangan saya dengan nenek dan sahabat saya sewaktu kecil. Layaknya seperti anak-anak desa lainnya, pasti waktu kecil banyak dihabiskan untuk bermain dan berpetualangan di alam, karena lingkungan tempat saya tinggal dikelilingi sawah, sungai besar yang jernih, perkebunan tembakau, perkebunan tomat, perkebunan melon  dan beberapa tempat penggilingan padi. Kalau sahabat mau mendapatkan gambaran yang jelas kehidupan masa kecil say,  mirip dengan kisah Si Bolang.

Sedikit saya akan bercerita tentang pasar tegalgondo, pasar yang paling dekat dengan rumah. Kembali ke kenangan pasar tegalgondo, dulu simbah (panggil untuk nenek dijawa) sering mengajak saya ke pasar dengan naik andong(delman.red). Sungguh pengalaman yang menyenangkan naik andong dan pasti dibelikan jajan pasar oleh simbah. Selama simbah berbelanja saya hanya mengekor saja melihat cara simbah memilih sayuran sampai cara menawar harga, dalam hati saya keren juga ni teknik menawar harganya membuat skak mat penjualnya. Jadi  saya selalu riang gembira pulang membawa banyak barang belanjaan simbah dan dapat bonus uang. Dengan belajar langsung ini makanya saya tau cara bagaimana menawar harga sampai habis-habisan.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari ibu menjual risoles ke toko-toko, setiap hari ibu tidur jam  11 malem untuk menyiapkan adonan dan risoles setengah matang dan bangun pukul 2 pagi untuk menggoreng risoles sehingga paginya waktu dibawa ayah ke toko risoles masih fresh. Saat itu yang saya lihat adalah ibu sosok yang sangat tangguh, bayangkan sahabat seharian mengajar,mengurus keluarga ,memasak semua itu dilakukan tanpa ditinggalkan satupun. Disaat semua orang sudah tidur Ibu masih terjaga dan di saat Ibu sudah terbangun semuanya masih terlelap dalam mimpi panjang. Saat itu usia saya masih sekitar  5 th atau masih di TK, karena jarak tempuh rumah ke solah simbah di dibal cukup jauh dan jarak tempuh ibu mengajar masih jauh lagi dari rumah simbah. Maka harus berangkat di pagi-pagi buta, saya masih sangat ingat bagaimana ibu menyiapkan semuanya. Setiap hari pukul 04.00 dalam kondisi mata masih tertutup Ibu sudah memandikan saya dan mendadani dengan pakaian  lengkap, begitulah Ibu mengajariku disiplin semenjak kecil. Selesai sholat shubuh saya dan ibu berangkat ke tempat pemberhentian Bus yang ada patung sapi, Ayah akan berangkat belakangan karena mengantarkan risoles dulu ke toko-toko.

Di pagi-pagi yang buta menuju tempat pemberhentian bus sekitar 1,5 Km ditempuh dengan jalan kaki bersama ibu, protes sering saya lontarkan karena bagi anak seusia saya berjalan sejauh itu di pagi buta adalah hal yang menakutkan. Dulu sepanjang jalan masih sepi di kiri dan kanan di dominasi tanaman padi. Tapi ibu selalu memberikan motivasi sehingga saya mau melewatinya, sepagi itu di daerah saya belum ada angkotan umum sahabat benar-benar sangat sepi dan gelap. Di sepanjang perjalanan menuju pemberhentian bus Ibu selalu menceritkan kepadaku kisah-kisah motivasi, sehingga semenjak kecil Ibu sudah mengajarkan kepadaku bagaimana menghadapi kehidupan ini secara bijaksana, bagaimana menjaga tata krama(sopan santun) kepada siapapun. Waktu tempuh terasa singkat, selain memberikan pembelajaran hidup  Ibu mengevaluasi hasil  sekolahku dan selalu menanyakan hari ini nanti belajar apa. Jadilah saya menceritakan apa yang sudah saya alami seharian kemarin di sekolah dan Ibu mendengarkan dengan sabar sambil memberikan masukan, saya baru menyadari kemampuan  mudah berkomunikasi kepada orang lain ternyata sudah dilatih Ibu semenjak saya kecil. Walaupun saat itu ibu tidak pernah bilang, karena bagi Ibu mengajarkan kemampuan berkomunikasi dengan baik semenjak kecil sangat perlu.

Berbeda dengan kebanyakan orang tua sekarang yang tidak memperhatikan dengan tingkat kembang anak dan penanaman nilai-nilai positif. Bagi wanita karier menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk meninggalkan kewajiban  mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Seandainya mereka tau betapa sibuknya Ibuku maka itu tak menjadikan alasan untuk meninggalkan mendidik anak dengan sebaik-baiknya.

Sekitar pukul  5 pagi biasanya saya sudah berdiri di depan patung sapi menunggu bus Solo-Yogya, Ibu selalu menjelaskan kepada saya kenapa  Ibu melakukan sesuatu hal agar saya paham termasuk dalam hal memilih bus. Sebenarnya bukan bus besar saja yang bisa saya tumpangi tapi ada bus kecil juga, memilih bus besar lebih aman dan nyaman untuk saya makanya ibu memilih bus besar. Subhanallah dalam hal sekecil itu pun ibu sangat memperhatikan, sarapan pagi selalu saya lakukan di dalam bus. Kebiasaan ibu selalu menjelaskan alasan kenapa melakukan sesuatu hal itu menular ke saya, dan dampaknya di organisasi saya lebih mudah dalam berkontribusi serta mengajak team bergerak mencapai tujuan yang sama.

Ibu selalu membawa bekal beberapa telur puyuh rebus, karena bagi Ibu apapun yang terjadi sarapan pagi itu sangat penting. Jadi sahabat selain berjualan risoles, dirumahku juga ada peternakan burung puyuh, ayam dan Ikan lele. Makanan favorit saya waktu kecil adalah telur  puyuh dan burung puyuh goreng hmm benar-benar lezat sahabat. Kami akan turun di terminal kartosuro lalu naik bus ‘budhi rahayu’ yang menuju kedesa simbah di dibal, jumlah bus melintas didesaku dulu cukup banyak sahabat. Entah kenapa menaiki bus umum bertemu banyak orang dengan membawa beberapa barang dagangannya menjadi pemandangan asyik bagiku. Karena mayoritas penduduk di desa simbah berprofesi sebagai seorang pedagang di pasar atau di rumah mereka. Desa simbah masih sangat asri sahabat tempat yang sejuk memanjakan mata dan pikiran dari rutinitas pekerjaan, selain itu mayoritas penduduknya masih menggunakan sepeda onthel/kayuh, merk sepeda paling banyak saat itu adalah ‘pit jengki phoenix’  sebagai alat transportasi kemanapun. Sekarang hampir tidak ada lagi bus melintas ke desaku, karena begitu cepatnya pertumbuhan pengguna sepeda motor  hanya tinggal angkot 08 warna kuning yang masih bertahan. Angkot ini memiliki jalur terpanjang dari semua angkot, nanti suatu saat akan saya ceritakan sahabat pengalaman berangkat sekolah ke SMA naik angkot secara sembunyi-sembunyi, berangkat jam 5.45 sampai sekolah 06.50 tapi pengalaman yang seru sahabat. Cobalah semuanya maka akan kau temukan pelajaran berharga didalamnya.

Dari terminal kartosuro naik bus menuju desa berhenti di pertigaan ngemplak  menuju rumah nenek masih dilanjut lagi dengan jalan kaki sejauh 1 KM, setiap hari saya selalu olahraga kaki sahabat dan itu menyehatkan 🙂  . Terkadang kalau lagi ngambek atau capek jalan saya hanya duduk jongkok di pinggir jalan, akhirnya Ibu harus merayu saya agar mau kembali berjalan. Hidup di desa sangat menyenangkan silaturahmi sangat erat terjaga, terkadang saya dan ibu dapat tumpangan orang sehingga tak perlu capek-capek berjalan kaki.  Sahabat.. saya baru menyadari dengan kegiatan rutin ini ternyata Ibu sedang mengajarkan saya menjadi anak yang sabar dan tangguh menghadapi semua cobaan. Bisa saja ibu menggendong saya atau menaikkan saya kebecak, tapi itu tak dilakukan karena Ibu sangat paham betul bahwa kehidupan ini keras hanya orang yang keras pada dirinya sendiri yang akan menang. Banyak orang tua yang terlalu sayang kepada anaknya sehingga terlalu memanjakannya , sehingga tak menyadari sedang  mematikan potensinya menghadapi hidup dan akhirnya dia tumbuh menjadi seseorang yang kerdil menghadapi kehidupan dunia ini.

 

Setiba dirumah simbah ibu langsung bersiap-siap berangkat ke tempat mengajar di simo, taukah sahabat menuju ke simo tidaklah mudah jalannya naik turun terjal penuh dengan batu. Karena SMPN 1 Simo terletak di pelosok desa di kecamatan berbeda  jarak tempuh sekitar 25 KM, itu ibu tempuh dengan naik sepeda motor. Sahaba…t coba bayangkan seorang wanita yang sudah bangun sejak pukul 2 pagi, untuk memenuhi panggilah hati sebagai seorang guru rela menempuh kondisi jalan yang tak mudah dilalui dengan motor. Walaupun rutinitas itu dilakukan setiap hari tapi tak pernah sekalipun Ibu mengeluh. Setiap pulang mengajar Ibu selalu menghadiahkanku cerita-cerita inspiratif sepanjang perjalanan ibu. Cerita yang paling menarik kudengar  saat ibu menaklukan hujan menuju perjalanan pulang. Simo adalah daerah yang gersang dan tak banyak penduduknya , saat itu pun jalanan belum terpasang lampu. Jika saat Ibu pulang hujan turun tetap saja Ibu terjang namun tak jarang juga motor macek dijalan karena busi terkena kubangan air, atau berhenti sejenak di pinggir jalan karena dasyatnya kilat menyambar. Bahkan ibu pernah telat pulang 2 jam karena harus memperbaiki busi motor sendiri di saat hujan turun, saat itu sama sekali tidak ada orang lewat, jauh dari perkampungan maka tak ada yang bisa membantu mau tak mau haru diperbaiki sendiri. Setelah sekian tahun aku baru menyadari sahabat bahwa Ibu ingin mengajariku makna kegigihan dan tak pantang menyerah dengan segala kondisi dan keadaan yang dialami. Bisa saja ibu meninggalkan motor di sekolah, atau menumpang di rumah penduduk sebentar tapi  itu tak dilakukannya, karena tanggung jawabnya untu mendidikku menjadi motivasinya untuk segera sampai dirumah.

Karena bagi ibuku mendidik anak itu adalah tanggung jawab terbesarnya. Setiap tiba dirumah ibu langsung mengevaluasiku dengan kegiatan selama ditinggal ibu dan tak lupa juga menanyakan kepada simbah. Sahaba…t  simbah orang yang mengasuhku semenjak kecil selain ibu, dari simbah saya diajari banyak sedari kecil terutama terutama pemakaian ‘boso krama Inggil’. Simbah selalu meluangkan waktu untuk menceritakan tentang tatakrama orang jawa apa yang dilakukan dan apa yang tak boleh dilakukan, dibelangkang rumah simbah ada kebun, setiap mau ke kebun simbah selalu mengajak saya dan mengajari berbagai hal tentang tanaman. Masih saya ingat sahabat dulu simbah suka menanam pohon koro, ceme, pare, jambu, ubi jalar, papaya dan simbah membolehkanku menanam apapun yang aku suka. Pilihanku saat itu adalah menanam berbagai bunga yang biji dan pohonnya saya dapatkan dari tetangga, saya punya sebuah sepeda kecil dengan sepeda itu saya mengelilingi kampung saat menemukan tanaman bunga yang indah maka spontan saya akan langsung minta bijinya atau pohonnya kepada pemiliknya. Dan pulang dengan perasaan menang karena menambah koleksi tanaman bunga saya, simbah juga mengajari bagaimana cara bercocok tanam agar tanaman tumbuh dengan maksimal. Bahkan nenek juga membuatkan pagar untuk melindungi tanaman bungaku dari berbagai tangan jahil. Lagi-lagi sahabat simbah mengajarkan kepadaku untuk bersikap arif dan bijaksana terhadap alam, karena kata simbah kita mencukupi kebutuhan dari alam maka sebaiknya kita juga menjaganya. Pengalaman yang paling berkesan adalah saat simbah mengajari membuat sarang untuk memancing lebah dari glugu(batang pohon kelapa).

Sambil menunggu dijemput Ayah untuk pulang biasanya saya dan teman-teman menghabiskan waktu dengan bermain atau berkelana. Permainan anak-anak desa sangat banyak kawan jadi kalau kalian ikut tak akan pernah bosan ada singkongan, uding, baksodor, untrakol, kasti, lagentri, benthik, jelungan, buron, dakon, englek, engrang, bethengan,  dll. Pasti kata-kata ini terdengar asing tapi permainan ini popular di kalangan anak-anak desa kawan. Kami selalu melakukan permainan ini dengan anak-anak lainnya sehingga suasananya riuh ramai, dengan melakukan beberapa permainan sebenarnya anak-anak tadi belajar tentang leadership, team building dan manajemen konflik. Semuanya itu mereka pelajari secara alami dari kecil, maka itu sahabat mayoritas orang sukses di dominasi oleh mereka yang berasal dari desa. Kalau sahabat menyadari Rasulullah ketika kecil dibawa kedesa, maka Rasulullah semenjak kecil sudah mendapatkan pengajaran yang baik.

Rumah simbah sangat dekat dengan lapangan sepak bola di pinggirnya banyak pohon randu(kapas) dan mahoni. Jika tidak sedang bermain biasanya saya dan teman-teman menghabiskan waktu dilapangan, entah bermain dengan domba yang sedang digembala, menggoda kerbau-kerbau, mengambil uret(seperti ulat tapi rada besar, ditemui di batang pohon kelapa untuk makanan ayam), atau sekedar mengambil buah mahoni yang pahit. Sungguh kenangan yang manis kawan, bagaimana ibu mendidik dari kecil, simbah yang berbagi banyak ilmu dan bermain dengan teman. Kalau sahabat punya teman dari desa tanyakan saja kemungkinan besar kehidupannya akan sama dengan yang saya ceritakan terutama di bagian permainan dan penanaman nilai tatakrama dari kecil.

Teringat petikan tulisan di buku Tere-Liye berjudul Burlian serial anak-anak amak, kata-kata yang disampaikan ayah ke pada burlian.

“Jika saja kalian tau apa yang sudah amak kalian lakukan untukmu maka sepersepuluhnya pun kau tak akan mampu membalasnya burlian”

 

Suatu saat nanti akan ku ceritakan sahabat bagaimana pembelajaran hidup yang aku peroleh. Biarlah cerita sederhana ini memberikan warna berbeda diantara cerita yang lain. Untuk sahabatku yang berjuang dari desa tak usah malu kawan, orang ndeso itu penuh dengan ketrampilan dan kemampuan. Kelak engkaulah yang akan membukakan dunia dengan mimpi-mimpi besarmu.

Insya Allah disambung kembali, karena pasti sahabat penasaran Mimpi seperti apa yang saya sebagai wong ndeso. Akan saya ceritakan juga bagaimana perjuangan sekolah ke SMP dengan jarak 12 KM dengan sepeda kayuh.

to be continued

Iklan

3 Hal yang perlu diperhatikan untuk Entrepeneur

Sudah berapa lamakah anda berbisnis? Atau sudah berapa kali anda bergonta ganti bisnis?. Apakah sampai sekarang bisnis anda masih gagal, belum menghasilkan sesuatu apapun yang berarti. Padahal sahabat sudah bekerja keras siang malam tapi hasilnya tetap nihil. Mungkin sahabat sudah lelah dan memilih mundur atau meninggalkannya. Ternyata banyak orang yang mengalami nasib seperti ini, katanya menjadi pengusaha akan membuka 9 pintu rezeki tapi kenapa belum juga menghasilkan. Mungkin juga ini pertanyaan yang muncul di diri sahabat semua . Rasulullah menjadi kaya dengan menjadi pengusaha, tapi kenapa sampai sekarang saya juga belum kaya. Ini juga beberapa pernyataan yang sering muncul ketika saya berdiskusi dengan beberapa pengusaha. Apakah pengusaha harus diukur dari kekayaan? Rumah mewah? Mobil mewah? Itu benar tapi bukankah Rasulullah mengajarkan kesederhanaan kepada kita. Walaupun Rasulullah memiliki kekayaan yang banyak tak membuat beliau lantas membelikan untuk kepentingan duniawinya. Rasulullah tidur hanya beralaskan pelepah kurma, sering berpuasa, makan dengan menu sederhana. Kenapa Rasulullah mengambil gaya hidup seperti ini, padahal kalau beliau mau Rasulullah bisa membeli kasur paling empuk, Rasulullah bisa memilih makanan yang mewah . Ternyata sahabat dengan kesederhanaan kita jadi lebih bisa memahami arti kekayaan, karena disitulah letak kekayaan yang sebenarnya. Rela memberikan hartanya untuk kepentingan orang lain, selain itu dengan hidup sederhana maka Qolbu ini akan selalu dekat dengan Allah.

Coba sahabat bayangkan jika seorang pengusaha sukses, memiliki kekayaan berlimpah tak mampu hidup secara sederhana. Maka yang terjadi adalah kehancuran dalam hidupnya baik didunia dan akhirat, qolbunya akan jauh dari mengingat Allah tentunya tidak akan tumbuh rasa cinta,kasih sayang sesama makhulq hidup. Sebuah prolog singkat yang akan mengantarkan pembahasan kita kali ini bagaimana agar bisnis kita tidak gagal. Ibarat seorang petani yang sedang menanam padi, ada pra menanam dan pasca panen. Bisnis akan sukses jika komponen penyusunnya digunakan dan dipilih dengan tepat. Sebenarnya tips membangun bisnis agar sukses begitu banyak, tapi untuk menyederhanakannya saya akan menyampaikan tiga hal yang perlu kita evaluasi lagi.

  1. Niat

Dalam hadist arba’in niat diletakkan pada urutan pertama Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan., Ternyata niat itu sangat penting dan sungguh dasyat dampaknya. Selama ini kita berbisnis atas dasar niat apa? Ingin kaya? Ingin ini ingin itu? Ingin dikagumi banyak orang? Ingin jadi terkenal? Atau niat lainnya. Sahabat yang berbahagia niat ini sangat halus dan sangat mudah ternodai, hendaklah setiap waktu lakukan perubahan pada niat kita agar semua yang kita lakukan sesuai dengan jalan kebenaran.

Imam ahmad dan imam syafii mengatkan bahwa niat ini inti dari ajaran islam dan niat  ini mencakup sepertiga ilmu. Sahabat sebelum kita memulai menjalankan bisnis, bersihkan kembali niat kita, jangan sampai obsesi meraih harta itu menjadi niat kita. Bukankah berniat memberikan manfaat yang banyak pada orang itu jauh lebih mulia dan biarlah Allah yang akan mencukupi kebutuhan kita. Pengalaman saya selama ini berteman dengan para pengusaha sukses, mulai dari pemilik Rumah makan midori di Jakarta, pemilik Rest area kampung nagrek, Pemilik Gentong Emas, Distributor Maqdis(Mukjizat Alqur’an dan Hadis), Owner Pampres bayi berulang kali pakai, dll. Mereka orang yang sangat sejuk ketika bertemu, tak memiliki obsesi dunia hanya keinginan untuk membantu orang lain mendapatkan kehidupan lebih baik. Dan Allah pun memberikan Rizkinya dari arah tak disangka-sangka seperti dalam ayat seribu dinar

 “ Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya DIA akan memberikan jalan keluar dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya DIA akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah menjalankan urusanNYA. Sesungguhnmya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu “ ( QS Ath-Thalaq : 2-3 )

maka jika ingin bisnis sukses cukuplah menjadikan diri sebagai orang bertaqwa dan bertawakal kepada Allah dan niatan untuk berbisnis menjadi mulia, sehingga penduduk langit pun ikut mendokan. Sehebat apapun kita, sekuat apapun kita, secerdas apapun kita ketika bukan Allah sebagai tempat bergantung dan sandaran maka semuanya akan hancur. Jika uang tak banyak kita terima, masihkah mau menjaga niat yang bersih?

     2. Berfikir Positif(Khusnudzan)

Setelah memahami betapa niat itu sangat mempengaruhi dalam menjalan kan bisnis, sekarang kita melangkah pada pembahasan kedua tentang berfikir postif. Ada sebuah cerita beberapa bulan yang lalu saya mengikuti  sebuah test talents mapping, hasilnya ada sekitar 34 urutan bakat dari yang terkuat hingga terlemah. Kombinasi bakat terkuat itu akan memunculkan karakter dan kemampuan yang berbeda diantara manusia. Dalam 34 bakat itu ada 4 bakat yang dimiliki seorang pengusaha. Keempat  bakat tersebut adalah Activator, Futuristic, Positivity ,  dan Self-Assurance. Akan saya bahas sekilas saja dari ketiga bakat tersebut.

1.Activator

Dapat membuat sesuatunya terjadi dengan mengubah pikiran menjadi tindakan(intinya talk less do more 😀 ). Berani mengambil tindakan walaupun informasinya tidak memadai karena baginya kesalahan merupakan proses belajar. Rata-rata pengusaha bertindak duluan berfikir belakangan hehe. Kata mentor bisnis saya berani menabrak pembatas dan kalau salah mau kembali ke jalan yang benar hehe(Thank’s Pak hidayat)

2.Futuristic

Senang berangan-angan, membayangkan masa depan seakan-akan tergambar pada dinding dan dapat memberikan inspirasi pada rekan lainnya dengan visinya mengenai masa depan. Dapat melihat dengan detail apa yang mungkin terjadi atau terdapat di masa depan dan hal ini terus membuatnya melangkah maju, seorang pemimpi atau visioner

3.Self-Assurance

Memiliki kepercayaan diri tinggi pada kemampuannya untuk mengatur hidupnya sendiri, memiliki intuisi sehingga memberikan keyakinan bahwa keputusan-keputusan yang dibuat berdasarkan keputusan yang benar. Mampu mengambil resiko dan menghadapi tantangan baru. Tentu saja kalau pengusaha tak berani mengambil resiko dan tantangan udah kelaut aja berenang dengan ikan hehe.

4.Positivity

Memiliki antusiasme tinggi yang dapat menular dan optimism yang dapat membuat orang lain bersemangat atas apa yang akan dilakukannya. Selalu mencari sisi positif dari segala sesuatu dan situasi, mampu membuat orang-orang bersemangat, merasa senang dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Harus dan wajib ini bisa berfikir dan bertindak positif, mana ada pengusaha yang pesimis yang ada pengusaha selalu optimis dan maju terus dengan apapun yang terjadi.

Ternyata berfikir positif itu sangat-sangat diperlukan untuk membuat bisnis tetap melaju. Sahabat bayangkan jika Allah memberikan kita kejadian yang sama sekali tak kita harapkan misalnya mengalami kerugian, laba dalam garis lurus atau malah turun, ditinggalkan anggota team, didatangi debt collector, dilarang berbisnis dari orang terdekat anda. Dengan berfikir positif maka tantangan dan semua ujian itu akan menjadi sangat indah dan menyenangkan, sehingga apapun yang terjadi tetap bersemangat menjalani kehidupan. Apakah dengan semua yang terjadi diatas hidup akan berakhir? Live must Go On kawan. Teringat kata-kata Kim Tak Goo di  film Bread, Love And dream “Kalau hari ini terjadi sesuatu yang buruk belum tentu hidup berhenti, Kalau hari ini terjadi sesuatu yang baik belum tentu hidup selesai”. Mari latih diri selalu berkhusnudzan dengan semua rencana Allah, percayalah Allah akan memberikan scenario yang terbaik karena Allah tau kita sanggup memikulnya . Karena Allah sesuai prasangkaan Hambanya, so untuk hidupmu sendiri selalu berprasangka baik kepadaNya.

   3. Leadership

Sudah sampai pada pembahasan ke tiga tentang leadership atau kepemimpinan. Tak perlu saya jelaskan panjang lebar lagi karena banyak blog lain yang sudah mengupas habis-habisan tentang leadership. Saya hanya akan menyisir untuk melengkapi puzzle, saat membangun bisnis tapi tidak ada sosok kepemimpinan didalamnya maka sudah pasti bisnis itu akan hancur dan tinggal menunggu waktu saja. Dalam ilmu the winning team pada urutan pertama adalah kepemimpinan yang kuat, tentu saja kalau tak ada kepemimpinan yang kuat ibarat bergerak tanpa arah maka kapan akan sampai tujuan. Bisnis yang besar rata-rata memiliki kepemimpinan kuat dan berkarakter. Berbicara kepemimpinan ada beberapa jenis pemimpin, saya hanya menyampaikan beberapa saja

  1. Leading Affiliative

Mempromosikan harmoni, bersahabat,empatik,menyelesaikan konflik,sesuai untuk mengobati perbedaan dalam kelompok, sesuai memberikan motivasi disaat menegangkan atau memperkuat hubungan

    2. Leading Coaching

Mendengarkan,membantu orang menemukan kekuatan dan kelemahannya,penasehat,memberi dorongan,menghubungkan apa yang dibutuhkan orang dengan tujuan organisasi. Sesuai untuk membantu karyawan yang bersemangat dan kompeten meningkatkan kinerja dengan membangun kemampuan jangka panjang.

   3.Leading Democratic

Pendengar yang hebat, pekerja tim,kolaborator,member pengaruh,menghargai pendapat orang,mendapatkan komitmen melalui pastisipasi, sesuai untuk membangun dukungan dan konsensus

  4.Leading Visionary

Memberi inspirasi, yakin dengan visinya,empatik, menjelaskan mengapa dan bagaimana usaha pengikutnya ikut berkontribusi pada “Mimpi”. Dia menggerakkan orangnya menuju mimpi bersama. Sesuai apabila dibutuhkan perubahan visi baru atau apabila dibutuhkan arah yang jelas atau perubahan radikal.

 Menjadi pemimpin yang hebat tidak akan muncul secara tiba-tiba, tapi dia akan muncul dari berbagi kondisi dan keadaan. Bukankah sebuah mahakarya lukisan menjadi indah setelah ada beberapa torehan yang menjadikannya begitu menawan ketika dipandang. Begitulah seorang pemimpin dia akan lahir dari laut yang berombak bukan dari laut yang tenang, tapi bukan berarti sahabat haru kelaut untuk jadi pemimpin,. Semuanya ini adalah perbaduan antara keimanan, ketaqwaan dan kesabaran sehingga muncullah pemimpin yang hebat. Ga usah repot-repot cukup dengan kita memperbaiki diri maka Allah yang akan mengajari kita menjadi sebaik-baiknya pemimpin.

Berbisnis adalah perpaduan antara seni dan perang (teh tina)

Menjadi pengusaha itu adalah pilihan, dan bersiaplah dengan ujian besar yang Allah berikan. Karena pengusaha penuh dengan resiko dan tantangan, jika menyerah dan mundur maka Impian besar yang tinggal selangkah akan hilang. Karena menjadi pengusaha harus memiliki mental yang kuat, maka dari itu Rasulullah juga seorang pengusaha dan menjadi pengusaha adalah jalan yang indah untuk menikmati Islam.

bisnis adalah jariyah.. bisnis adalah bagaimana kita memberikan manfaat, value pada orng lain.. bukan mencari keuntungan/uang yg sebesar2nya.. isi dompet sebanding dengan manfaat yg kita beri..(imam muarif)

 

Inspirasi from: Abah rama, Pak hidayat, Pak edy, Pak iwan, Kang deff, Bunda Anctje, Bu heni, Kang zae hanan, Pak hariono, Pak agung, Pak Adhe, Mas deny darko, Kang hary butterfly, Bu ati, Pak Azis, Mas Ippho, Pak Nasrullah, Mas Mono, Ust.Yusuf Mansyur

Pemimpin yang bijaksana bukan bijaksini

Sahabat menjadi pemimpin itu tak mesti kita tampil menjadi tetua di sebuah organisasi atau perkumpulan. Namun banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya juga pemimpin. Kalaupn ada yang sadar tapi masih belum tau harus bersikap seperti apa. Di sebuah acara training saat saya mengisi materi leadership ada obrolan singkat saat saya mau pulang, ternyata obrolan ini membahas sosok pemimpin yang bijaksana. hmm saya bergumam, karena begitu banyak orang yang tidak puas terhadap pemimpinnya. Ada beberapa hal yang saya kumpulkan selama perjalanan hidup in, apa saja yang membuat pemimpin tidak dicintai yang dipimpinnya.

1. Gaya bica 

Gaya bicara atau saya identikan dengan intonasi, frekuensi dan pelafalan :), sering menjadi kendala bagi orang lain. Misalnya ketika kita berbicara terlalu keras maka ini akan menarik energi negatif dan menyebarkannya dengan cepat di sekeliling anda, hmmm keras ini bukan identik dengan toa ya tapi orang yang “ngotot” makanya nadanya jadi keras. Coba sahabat bayangkan ada ga orang di dunia ini yang mau diperlakukan seperti itu. Beda lagi kalau ada orang dengan gaya bicara terlalu lembut, maka ini akan membuat orang yang mendengarkannya menjadi gemez hehe. Lalu baiknya seperti apa? jawaban ini saya dapatkan beberapa bulan yang lalu saat saya belajar “Public speaking” dan powerfull voice dari mas dany darko. Sebagai pemimpin yang baik kita pun harus mengetahui kondisi yang dihadapi, sehingga bisa menyesuaikan diri dengan intonasi dan frekuensi. Teringat pesan seorang kawan yang berkata “belajarlah untuk legowo maka kamu bisa berbagi dengan penuh cinta”, betul sahabat mari kita belajar untuk “legowo” agar tak memaksakan sesuai kehendak kita.

2. Keputusan

Sebagai pemimpin akan sering dihadapkan dengan permasalan(soal red) dari Allah, terkadang butuh keputusan cepat atau terkadang butuh berfikir panjang. Jika anda seorang pemimpin kemampuan mengambil keputusan dengan tepat akan mampu membangun team hebat. Intinya memiliki ketegasan bukan ngeyel ya, tapi mampu menjelaskan kenapa dia mengambil keputusan tersebut dan memahamkan orang dengan keputusannya. Karena tak sedikit juga seorang pemimpin yang tidak bisa menyampaikan alasannya(rasionalisasi red) sehingga terjadi mis komunikasi berkepanjangan, berakibat menurunkan kinerja dalam team. Selain itu seorang pemimpin juga harus mampu mengambil keputusan bijaksana dan mendekatkan pada solusi yang memiliki resiko paling kecil. Pemimpin juga perlu memikirkan keselamatan teamnya, memahami teamnya maka ketika mengambil keputusan berdasarkan hasil kesepakatan bersama bukan kesepakatan pribadinya. Kesalahan yang besar adalah seorang pemimpin memiliki keputusan lalu disampaikan pada teamnya, meminta masukan tapi tak ada satupun yang menjadi pertimbangan nah hati-hati ini bisa menyakiti team Anda. Waspadalah

3. Konflik

Pemimpin yang baik akan mampu meredakan konflik, jika pemimpin tak memiliki kemampuan manajemn stress bisa bisa malah hancur teamnya. Tapi untuk manajemen stress ada resepnya biar terhindar dan gratis lagi, sahabat rutinkan saja sholat tahajud maka itu akan menjadi pengendali emosi yang baik. Selain itu rajin sholat tahajud lisannya akan dijaga oleh Allah serta kata-katanya akan diperberat, diperberat artinya setiap ucapan kita didengarkan dengan seksama oleh lawan bicara.

 

Saya hanya mengutarakan tiga hal saja sebenarnya masih banyak, tapi mari kita pahami sedikit-sedikit agar nanti menjadi bukit, :).. Berbicara tentang pemimpin bagaimana kita bisa memaksimalkan diri sendiri? Sebelum dijawab, saya mau bertanya nich “apakah sahabat menyadari diri anda adalah pemimpin?”. Baiklah saya tau isi hati anda hehe, berbicara hal ini sangat menarik. Kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri maka setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban dari yang dipimpinnya. Tapi  kita mimpin apa ya? 

Nah ini ni pemahaman yang harus dijabarkan, sahabat punya organ pencernaan? punya organ pernafasan? punya panca indra? punya tulang? punya kulit? punya sistem syaraf? . Nah merekalah yang akan kita pimpin jadi ga bingung lagi kan?. Mereka layaknya jundi-jundi kita atau team kita yang harus kita perlakukan dengan baik, setuju dan tidak nya mereka dengan apa yang kita lakukan bukan dengan mengucapkan kata-kata tapi menunjukkan fungsi yang abnormal. Kog bisa? Coba sahabat bayangkan, kalau kita ga suka atau kesel sama sesuatu biasanya ngomong langsung. Nah ini jundi-jundi di tubuh kita cara mereka protes bukan ngomong tapi ngambek tidak menjalankan fungsinya dengan semestinya.

Seharusnya orang yang sakit atau punya sakit, dicek pertama kali adalah perilakunya “apa yang sudah dilakukan sehingga jundi di tubuh marah”, jika sudah ketemu segeralah istiqfar dan sampaikan maaf pada bagian tubuh yang tidak berfungsi dengan normal. Walaupun kata orang aneh, tapi cara ini saya terapkan ke beberapa orang dan ternyata berefek positif. Misalnya ni orang indonesia banya mengidap penyakit maag udah tahunan lagi, padahal segala macam obat sudah ditelan dari cap rumah sakit sampai cap herbal Tapi kog tetap ya sakitnya, ternyata penyakit maag itu bermula dari pikiran yang semruwet terlalu ngotot atau ada beban pikiran yang berlebih. Solusinya rilekslah sedikit sambil istiqfar, lalu sambil berbicara ke lambung (contohnya) “lambung maafkan saya ya, selama ini tak menyadari kalau kamu sudah saya dzolimi, saya menyadari kesalahan saya maukah memaafkan saya, dan ingatkan saya kalau salah”… ternyata sang lambung memberikan respon positif dialog ini lakukan sesering mungkin sampai lambung sahabat menjadi normal kembali. Kata seorang sahabat saya yang sekaligus trainer, beliau pernah memberikan wejangan ke saya tentang hal ini “mbak, setiap orang itu sudah dibekali Allah dengan self healing” wah langsung jleb saat itu saya mendengarnya.

Iya ya kenapa kita repot-repot mencari obat atau rumah sakit kalau tubuh lagi ga fit, bukan malah menanyakan kepada organ yang sakit. Kemampuan ini disebut komunikasi intrapersonal, so sahabat jadilah pemimpin yang baik bagi dirimu maka kamu bisa memimpin orang lain.

Alhamdulillah akhirnya menulis lagi setelah sekian lama vakum.