Finaly Sidang juga

Sudah lama tidak berselancar didunia maya, karena memang sedang memfokuskan diri untuk hal lainnya. Yaitu kelulusan and finaly tanggal 8 desember 2011 sidang juga😀 . Sidang kelulusan lebih mendebarkan daripada seminar TA1, tapi karena sudah terbiasa berbicara didepan orang banyak dalam berbagai kesempatan maka sidang kemarin terasa sangat enjoy dan tak ada rasa grogi atau gemetar. Saya merasa tenang menghadapinya dan siap menjawab semua pertanyaan,dan ternyata ketiga penguji saya sangat antusias untuk menguliti habis-habisan TA saya. Senang sekali mereka sangat antusias jadi saya merasa tak sia-sia mengerjakan TA selama setahun ini. Hmm mungkin aneh ya? biasanya orang sidang tidak suka dibanti tapi kog saya malah sebaliknya hehe. Bagi saya orang yang tidak suka dibantai itu menunjukkan kalau memang dia tidak siap dengan TA nya dan mentalnya belum terbangun dengan baik. Setelah sidang saya sempatkan melihat sidang teman, hmmm ternyata penguji bertanya seadanya kurang antusias, karena yang diuji tidak bisa menjelaskan secara to the point muter2 kemana-mana.

Kalau itu yang jadi saya wah sedih sekali seolah-olah perjuangan saya selama setahun tidak berarti apa-apa. Segera saya kabarkan kelulusan saya ke beberapa orang, namun uniknya ada satu orang mereplya seperti ini “wah mbak pasti seneng banget ya udah lulus”
saya tersenyum menjawabnya. Lalau saya balas lagi “senangnya pun harus dikontrol karena masih banyak tangga didepan yang dilewati, kelulusan bukanlah akhir segalanya namun gerbang pembuka menuju dunia baru”.

Bisa jadi bagi sebagian orang sidang menjadi segalanya,padahal segalanya baru dimulai selesai sidang. Bahkan ada juga yang menjadikan TA sebagai alasan untuk cuti dari amanah, padahal didepan sana masih banyak agenda besar lainnya. Kalau membiasakan diri seperti ini kedepannya pun akan cuti dari amanah juga ketika menemukan pekerjaan besar.Malulah kita yang baru berbuat sedikit seolah-olah telah melakukan hal yang besar.

Dulu generasi para sahabat Rasulullah tidak ada yang menjadikan alasan belajar untuk meninggalkan amanah. Bahkan handzalah pun langsung berperang ketika seruan itu datang, padahal baru saja menikah.

Malulah kita jika merasa diri telah melakukan hal besar namun masih tetap menyertakan ribuan alasan untuk meninggalkannya.Ini juga menunjukkan lemahnya keyakinan kita akan kebesaran Allah, karena kita masih berfikir dengan logika manusia yang banyak perhitungan untung ruginya. Percayalah Allah tidak pernah tidur dan Dia maha adil YAKINLAH Allah akan memberikan pertolongan disertai takdir yang terbaik.🙂

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s