Rindu KAMMI

Sangat merindukan saudara-saudaraku di KAMMI, pengurus Kamda Bandung dan keluarga besar KAMMI IT TELKOM. Siang tadi waktu saya mendengarkan siaran menteri industri MS Hidayat tentang industri kakao/coklat di Indonesia yang belum sepenuhnya di maksimalkan potensinya. Salah satu peserta menyampaikan pendapatnya terhadap kondisi petani kakao atau bahan baku industri lainnya mengalami kesulitan dalam melakukan proses pengolahan menjadi bahan setengah mentah, karena kapasitas produksi mereka sedikit maka biaya yang dikeluarkan tidak sebanding. Berdasarkan kondisi ini maka diusulkan untuk membuat unit koperasi sesuai dengan karakteristik daerah penghasil di setiap daerah agar petani maju dan Indonesia tidak tergantung dengan barang impor.

Memang sangat benar, kalau dipikir-pikir Indonesia ini negara yang paling kaya sumber daya alamnya hanya saja kurang maksimal mendorong peran SDM dengan jumlah ratusan juta ini. Siang tadi ketika melakukan perjalan menuju sebuah tempat saya berpapasan beberapa kali dengan pemulung. Miris hati ini menyaksikan mereka, sebenarnya mereka bisa di dayagunakan untuk lebih produktif lagi tapi kondisi negara yang carut marut mereka hanya menjadi hiasan betapa bobroknya bangsa ini. Jika generasi muda tidak menyadari hal kecil ini, jika pemerintahan tidak memahaminya maka 10 atau 30 tahun lagi Indonesia hanya menjadi sejarah,”bahwa dulu ada negara bernama Indonesia yang kaya sumber daya alamnya, tapi karena manusianya serakah dan jauh dari Allah maka mereka menjadi teman setan akibat perbuatan buruk secara kolektif penduduk negara itu sekarang negara itu hancur dan menjadi rebutan bangsa lain”.

Jika tidak ingin ini terjadi bangunkan kesadaran dalam jiwa untuk mencintai negeri ini, begitu banyak umat muslim dinegeri ini sangat cukup menjadi alasan untuk kita melakukan perubahan dan menhadirkan prototype negara yang makmur adil dan sejahtera.

Saya jadi ingat silaturahmi ke kost lama di daerah PGA, rencana cuman setengah jam malah molor menjadi 3 jam disana karena diskusi hangat dengan sahabat penghuni kost🙂. Ada satu kesimpulan menarik dari pembicaraan kami, jika kita resah dengan perilaku kaum yahudi dan konco-konconya untuk merusak dunia. Mereka menggunakan kecerdasan mereka dan bermain sangat halus ke sasarannya. Maka dari itu umat islam yang sadar harus bisa menggunakan cara lebih halus lagi dari mereka dan jauh lebih cerdas dari mereka. Tidak ada jawaban lain kecuali bersaing dengan ketat untuk menandingin produk mereka dengan produk lebih baik lagi, bersaing dengan ketat melalui ilmu yang kita miliki. Bukan dengan mengumpatnya tapi setiap mereka mengeluarkan suatu produk baru maka kita tandingin dengan produk lebih baik lagi bahkan kita harus menjadi yang pertama mengeluarkan inovasi berbagi produk. Seperti kata Ibnu al-Jauziy “Cinta kepada-Nya adalah taat kepada-Nya”.

Memang sangatlah rumit tapi bisa kita kalahkan jika iman ada dalam hati, terkait dengan memasifkan lagi koperasi saya akan menyampaikan tulisan saya hasil dari bunga rampai waktu DM 3 di Pondok Madani lembang 2010. Memang masih banyak kekurangan disana-sini no problem! start from now🙂 [akan saya buat publish setalah ini]

 

 

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s