Belajar dari bapak penjual siomay

aat mengisi acara outbond LKOL hari ahad kemarin ada satu kejadian menarik sehingga saya harus menuliskannya.

Kisah tukang siomay yang gigih.

Hari menjelang dhuhur ini adalah pos terakhir dalam rangkaian outbond oleh QLT(Quantum Leadership Training). Jumlah peserta sekitar 40 an dengan berbagai gender. Pos terakhir yang memadukan knowledge management, strategi, komunikasi dan kepemimpinan yang bagus.

Namun apa ya hubungannya antara outbond dengan tukang siomay hehehe.

Begini ceritanya, peserta diminta untuk mengisi amunisi dengan air. Ada yang memilih basecamp di dekat pintu masuk ada juga memilih basecamp didekat semak-semak.

Semuanya sibuk mempersiapkan amunisi untuk memenangkan pertandingan di pos terakhir. Di sela-sela kesibukan mereka mengisi amunisi ternyata bapak penjual siomay berdiri didekat mereka dan mengamati apa yang mereka lakukan(Mungkin bapak ini berfikir “ini anak-anak pada ga pernah main di sungai apa ya, lagi ngapain sech mereka kayak orang kurang kerjaan hehe).

Saya juga ikut mengamati walau dari jarak tak begitu jauh, lama juga bapak siomay ini berdiri untuk mengamati mereka dengan kerutan wajah binggung. Setelah beberapa lama ternyata bapak siomay bertanya ke peserta “lagi ngapain dik kog berendam di sungai” jawab peserta “ini pak lagi ngisi amunisi” kata bapak siomay “oh kalau gitu ada amunisi yang lebih tok cer untuk memaksimalkan amunisi yang adik buat” peserta jadi bingung”emang amunisi apa pak” jawab bapak sioamay”ya amunisi perut sioamay yang bapak jual” hehehehe

Walhasil karena kesabaran bapak tadi mengamati keanehan yang mereka lakukan, akhirnya satu persatu peserta membeli sioamy. Efeknya sekitar 20-30 peserta juga ikut-ikutan beli.

Perlu kesabaran untuk mendapatkan apa yang kita targetkan, proses mengamati dan menganalisis juga sangat perlu.

Walaupun dari tukang siomay kita bisa mengambil hikmah.

Iklan

Doa yang indah ^_^

Request dari beberapa teman untuk mencarikan doa menggenapkan setengah diennya. Ketemu juga ini doa yang sudah populer. Monggo untuk diamalkan, kalau mencontoh nabi ibrahim sebelum kelahiran ismail atau sebelum ada tanda-tanda ismail diamanahkan ke nabi ibrahim. Beliau jauh-jauh hari sudah berdoa didepan ka’bah untuk kebaikan keturunannya tetap menjadikan Allah sebagi tujuan utama. Sebaiknya sebagai muslim jika menginginkan sesuatu tentunya jauh-jauh hari sudah menyiapkannya dan selalu memohon kepada yang kuasa.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Ya Allah…

Seandainya telah Engkau catatkan…

Dia milikku tercipta buatku…

Satukanlah hatinya dengan hatiku…

Titipkanlah kebahagiaan antara kami…

Agar kemesraan itu abadi…

Ya Allah…

Ya Tuhanku yang Maha Mengasihani…

Seringkanlah kami melayari hidup ini…

Ketepian yang sejahtera dan abadi…

Maka jodohkanlah kami…

Tetapi Ya Allah…

Seandainya telah Engkau takdirkan

Dia bukan milikku…

Bawalah dia jauh daripada pandanganku…

Luputkanlah dia dari ingatanku…

Dan periharalah aku dari kekecewaan…

Ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti…

Berikanlah aku kekuatan…

Menolak bayangannya jauh ke dada langit…

Hilang bersama senja yang merah…

Agarku sentiasa tenang…

Walaupun tanpa bersama dengannya…

Ya Allah yang tercinta…

Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu…

Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan

Adalah yang terbaik untukku…

Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui…

Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini…

Ya Allah…

Cukuplah Engkau sahaja yang menjadi pemeliharaku…

Di dunia dan akhirat…

Dengarkanlah rintihan daripada hamba-Mu yang daif ini…

Jangan Engkau biarkan aku sendirian…

Di dunia ini mahupun di akhirat…

Menjuruskan aku ke arah kamaksiatan dan kemungkaran…

Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman…

Agar aku dan dia sama-sama dapat membina kesejahteraan hidup…

Ke jalan yang Engkau redhai…

Dan kurniakanlah kepadaku keturunan yang soleh dan solehah…

Ya Allah…

Berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan akhirat…

Dan periharalah kami dari azab api Neraka…

Amin…amin…Ya rabbal ‘aalamin.

Source-Ahmad Yassier on FB.

Senang Bahagia Menjadi Entreupeneur

Ketika lelah mulai mendera, saya duduk di depan benda kotak dan mulai menuliskan pikiran yang melintas kesana-sini. Menurut saya menulis adalah cara paling bagus untuk mentransmisikan ilmu atau pengalaman yang kita alamai tanpa terbatas waktu dan tempat. Lebih menguntungkan bukan.

Menginjak semester akhir dari bangku kuliah, keinginan untuk mencari ma’isyah sendiri semakin kuat. Apalagi saya sangat suka dengan dunia penuh tantangan, menurut saya hal yang biasa saja kurang menarik untuk dikerjakan dan tentu saya mudah bosan dengan hal yang biasa-biasa saja alias tanpa inovasi.

Kemudian saya memutuskan untuk membangun bisnis sendiri dengan harapan sebelum saya sidang sudah memiliki penghasilan sendiri. Kenapa saya memilih sebagai entrupeneur karena 9 dari 10 pintu kebaikan berasal dari pengusaha. Keputusan yang saya ambil ini didukung dengan materi perkuliahan saya yang memang dicetak menjadi seorang pemimpin di perusahaan. Bagi saya tidak terlalu suka kalau hanya mendapatkan teorinya saja, kaya kurang mantap saja.

Selama dikelas sering di sampikan secara teoritis dan sudah dalam kondisi usaha yang stabil. Tapi saya tidak belajar bagaimana menstabilkan sebuah usaha. Dengan beberapa teman, mulailah menjalankan bisnis kuliner. Suka duka banyak saya alami dan saya merasa ILMU SELAMA KULIAH benar- benar TERPAKAI, jadi tidak mubadzir kuliah saya. Memilih untuk menjadi entreupenur memang harus memiliki mental kuat, inovatif, tahan banting,kecerdasan emosional, pemikiran visioner dan pemikiran realistis. Paling tidak ini yang saya dapatkan ketika saya mengelola usaha yang baru saja berdiri. Tidak boleh menyerah dengan keadaan dan tidak boleh kalah dengan kondisi.

Subhanallah saya memahami makanya kenapa menjadi pengusaha itu memiliki 9 pintu kebaikan. Tentu saja, menjadi pengusaha akan memikirkan dan mengevaluasi secara keseluruhan serta mencari solusi yang tepat. Menginginkan hasil yang besar untuk kebaikan pun harus dibeli dengan kerja tekun, kegigihan, kesabaran dan kreativitas yang besar juga. Menjadi pengusaha akan benar-benar menguji keimanan kepada Allah, jika Allah tidak dibawa maka bisa dipastikan bisnis yang dibangun akan menjadi petaka. Hal lainnya memiliki team yang sevisi dan tangguh juga sangat penting. Karena anda tidak akan sanggup menjalankannya hanya sendiri.

BERBAGILAH BERBAGILAH dan BERBAGILAH tanpa henti.

Cukup singkat dan jelas. Jika ingin berdiskusi atau berbincang dengan saya silahkan saja.

Dengan senang hati.Jika mengingat keutamaan menjadi pengusaha maka akan mengapuskan semua kelelahan.

Jangan hanya puas mendapatkan ilmu dikelas, tapi anda harus mencoba langsung apakah ilmu yang anda dapatkan benar-benar bisa dipakai atau hanya sekedar teori yang tak bisa di aplikasikan.

Untuk menemui saya silahkan anda berkunjung ke KEDAI SALJU di Depan SMA 1 Dayeuh Kolot Sukapura.

Kami menyedikan menu serba 5.000 ada banana split, sawut manis keju [paling dicari], pisang crispy [rangking2], kopi capucino, pancake dan makaroni. Selain itu ada menu makanan berat soto solo Rp.3000 per porsi (nasi+daging sapi) , bebek goreng maknyuss Rp.13.000 perporsi , Bebek lumpur Rp.13.000 Nasi goreng bebek Rp.10.000.

Buka dari jam 09.00-22.00. 085294328198