Ketika Hidayah Menyapa (Menjaga Iman)

Anda telah membaca kisah “Ketika Hidayah Menyapa part 1”. Sekarang saya akan menceritakan bagaimana¬† cara menjaga iman. Iman bagaikan gelombang bisa diatas bisa dibawah, namun akan menjadi masalah jika iman kita selalu dibawah.

Ketika hidayah telah kurengkuh, dan ketika diri ini telah rela masuk dalam barisan islam. Bukan berarti ujian akan berhenti menghadang, justru dengan merelakan diri dalam barisan ini akan semakin banyak ujian yeng meningkatkan kedewasaan, keimanan, dan kebahagiaan kita.

Ibarat anak sekolah setiap 3 bulan sekali akan menghadapi ujian tengah semester, jika nilainya memuaskan dia akan dengan mudah untuk melanjutkan ke pelajaran selanjutnya. Dalam kehidupan ini setiap waktu Allah akan menguji kita, karena Allah mengingnkan kita tumbuh sebagai manusia yang kuat mengadapi apapun bukan manusia yang tumbang ketika musibah menghadang.

Berlanjut ke menjaga iman dan hidayah ini.Awal ceritanya begini.Kelompok orang yang belajar agama, yang saya benci karena tidak terlihat gaul. Namun ada sebuah ketertarikan hati ini untuk mengikutinya, entah kenapa keinginan ini semakin memuncak ketika melihat mereka berkumpul bersama, bercanda, menangis, menguatkan membuat diri ini semakin ingin mendekatinya. Ada pancaran kasih sayang yang menyejukkan, ada aura yang menenangkan ketika di rasa…oh apakah ini………………..continue

Curahan Di sela KealFaanku

Rasulullah pernah berkata bahwa beliau sangat mengkhawatirkan kesesatan umatnya. Bukan untuk menyembah berhala lalu kata sahabat apa ya rasul yang engkau khawatirkan?
aku khawatir bahwa umatku akan menyembah dirinya sendiri, umatku akan mengagumi dirinya sendiri.

intiya riya dalam beribadah.

Betapa banyak orang beramal
berapa banyak orang bersedekah
berapa banyak orang yang menghabiskan seluruh waktu untuk dakwah(katanya)

namun ketika kiamat tiba
dan datang waktu perhitungan amal
ada orang datang dengan membawa amal sedekahnya
namun Allah berkat
sedekah itu bukan untuk aku tapi kau bersedekah agar dikira orang engkau orang yang dermawan, agar banyak media yang menekspose mu.

lalu datang lagi si fulan yang membawa amal dakwah waktunya
lalu Allah berkata
amal itu bukan untuk ku
kau beramal agar dinilai orang kau orang yang selalu aktif
kau ingin dilihat orang tampil dengan kemampuanmu, kau ingin dipuji kau juru dakwah yang tangguh
lalu ada sifulan datang dengan amalan sholatnya
lalu Allah melemparkan pahala sholatnya
Allah berkat amalan yang kamu lakukan bukan untuk ku
melainkan kau ingin dipuji sebagai orang yang rajin beribadah
kau ingin dipuji karena kekhusukanmu

niat yang rusak akan merusak seluruh nilai ibadah kita. Karena keinginan dipuji orang lain.