Ketika Ke Ikhlasan Di Uji

Para pejuang dijalan dakwah ini akan selalu di uji keimanan dan keikhlasananya.

Suatu saat kita akan dipertemukan dengan sebuah kejadian yang membuat kecewa, namun disitu Allah ingin melihat apakah kita tetap teguh berada pada barisan Allah ataukah kita yang akan mundur pertama kali.

Misalkan kita ada pertemuan mentoring, jauh-jauh hari materi telah dipersiapkan dengan matang. Diskenario dengan jelas dan terperinci hingga merasa tak ada celah. Waktu hari H nya berangkat lebih awal agar tidak terlambat, lalu mampir di toko membeli beberapa makanan kecil.

Dalam dugaan pasti mereka akan datang semua dan pasti akan senang denga apa yang aku bawa, dan aku yakin akan bisa mengikat hati mereka.

Jam 16.00 teng seharusnya mentoring ini dimulai, tapi tunggu dulu mungkin mereka belum terbiasa disiplin. Sudah setengah jam lebih belum ada yang datang, akhirnya mereka akau telfon satu-persatu, si A afwan mbak ga bisa datang ada urusan penting tanpa menjelaskan urusannya apa, si B  bilang afwan mbak ada rapat di lab jadi an ga bisa ninggalin, Si C afwan mbak lagi di toko handphone benerin handphone, si D afwan mbak ini udah di jalan mau pulang, kampung, Si E afwan mbak ada presentasi nanti menyusul.

Hampir satu jam berlalu tak seorangpun datang. Kecewa itu jelas ada, tapi aku mencoba berfikir positif sudah dua kali rencana yang aku susun hari ini tidak terlaksana sesuai keinginanku. Sebaik-baik manusia merencanakan masih lebih baik lagi rencana Allah.

Kutepis rasa kecewa itu, mungkin ini teguran Allah bagiku atas ketidak ikhlasanku dalam mengisi mentoring, walaupun tebersit hanya sedikit di hati ingin dilihat suskes mengelola halaqoh astagfirullah niatku bukan karena Allah lagi.

Untuk menjadi seorang murabbi harus sabar mengahdapi berbagai macam karakter mad’u yang berbeda-beda. Saya jadi teringat salah satu ayat yang mengatakan Apakah kamu ingin  membuat semua orang beriman? padahal itu sepenuhnya kehendak Allah. Tanpa kita sadari mungkin kita telah mengangkat diri kita sebagi tuhan..hingga terlalu memaksakan seseorang untuk berubah.

Hanya pejuang yang tak kenal  lelah dan putus asa yang akan menjadi pejuang Allah yang sejati

Sebuah catatan kecil menunggu kehadiran mad’u.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s