3 Hal yang perlu diperhatikan untuk Entrepeneur

Sudah berapa lamakah anda berbisnis? Atau sudah berapa kali anda bergonta ganti bisnis?. Apakah sampai sekarang bisnis anda masih gagal, belum menghasilkan sesuatu apapun yang berarti. Padahal sahabat sudah bekerja keras siang malam tapi hasilnya tetap nihil. Mungkin sahabat sudah lelah dan memilih mundur atau meninggalkannya. Ternyata banyak orang yang mengalami nasib seperti ini, katanya menjadi pengusaha akan membuka 9 pintu rezeki tapi kenapa belum juga menghasilkan. Mungkin juga ini pertanyaan yang muncul di diri sahabat semua . Rasulullah menjadi kaya dengan menjadi pengusaha, tapi kenapa sampai sekarang saya juga belum kaya. Ini juga beberapa pernyataan yang sering muncul ketika saya berdiskusi dengan beberapa pengusaha. Apakah pengusaha harus diukur dari kekayaan? Rumah mewah? Mobil mewah? Itu benar tapi bukankah Rasulullah mengajarkan kesederhanaan kepada kita. Walaupun Rasulullah memiliki kekayaan yang banyak tak membuat beliau lantas membelikan untuk kepentingan duniawinya. Rasulullah tidur hanya beralaskan pelepah kurma, sering berpuasa, makan dengan menu sederhana. Kenapa Rasulullah mengambil gaya hidup seperti ini, padahal kalau beliau mau Rasulullah bisa membeli kasur paling empuk, Rasulullah bisa memilih makanan yang mewah . Ternyata sahabat dengan kesederhanaan kita jadi lebih bisa memahami arti kekayaan, karena disitulah letak kekayaan yang sebenarnya. Rela memberikan hartanya untuk kepentingan orang lain, selain itu dengan hidup sederhana maka Qolbu ini akan selalu dekat dengan Allah.

Coba sahabat bayangkan jika seorang pengusaha sukses, memiliki kekayaan berlimpah tak mampu hidup secara sederhana. Maka yang terjadi adalah kehancuran dalam hidupnya baik didunia dan akhirat, qolbunya akan jauh dari mengingat Allah tentunya tidak akan tumbuh rasa cinta,kasih sayang sesama makhulq hidup. Sebuah prolog singkat yang akan mengantarkan pembahasan kita kali ini bagaimana agar bisnis kita tidak gagal. Ibarat seorang petani yang sedang menanam padi, ada pra menanam dan pasca panen. Bisnis akan sukses jika komponen penyusunnya digunakan dan dipilih dengan tepat. Sebenarnya tips membangun bisnis agar sukses begitu banyak, tapi untuk menyederhanakannya saya akan menyampaikan tiga hal yang perlu kita evaluasi lagi.

  1. Niat

Dalam hadist arba’in niat diletakkan pada urutan pertama Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan., Ternyata niat itu sangat penting dan sungguh dasyat dampaknya. Selama ini kita berbisnis atas dasar niat apa? Ingin kaya? Ingin ini ingin itu? Ingin dikagumi banyak orang? Ingin jadi terkenal? Atau niat lainnya. Sahabat yang berbahagia niat ini sangat halus dan sangat mudah ternodai, hendaklah setiap waktu lakukan perubahan pada niat kita agar semua yang kita lakukan sesuai dengan jalan kebenaran.

Imam ahmad dan imam syafii mengatkan bahwa niat ini inti dari ajaran islam dan niat  ini mencakup sepertiga ilmu. Sahabat sebelum kita memulai menjalankan bisnis, bersihkan kembali niat kita, jangan sampai obsesi meraih harta itu menjadi niat kita. Bukankah berniat memberikan manfaat yang banyak pada orang itu jauh lebih mulia dan biarlah Allah yang akan mencukupi kebutuhan kita. Pengalaman saya selama ini berteman dengan para pengusaha sukses, mulai dari pemilik Rumah makan midori di Jakarta, pemilik Rest area kampung nagrek, Pemilik Gentong Emas, Distributor Maqdis(Mukjizat Alqur’an dan Hadis), Owner Pampres bayi berulang kali pakai, dll. Mereka orang yang sangat sejuk ketika bertemu, tak memiliki obsesi dunia hanya keinginan untuk membantu orang lain mendapatkan kehidupan lebih baik. Dan Allah pun memberikan Rizkinya dari arah tak disangka-sangka seperti dalam ayat seribu dinar

 “ Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya DIA akan memberikan jalan keluar dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya DIA akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah menjalankan urusanNYA. Sesungguhnmya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu “ ( QS Ath-Thalaq : 2-3 )

maka jika ingin bisnis sukses cukuplah menjadikan diri sebagai orang bertaqwa dan bertawakal kepada Allah dan niatan untuk berbisnis menjadi mulia, sehingga penduduk langit pun ikut mendokan. Sehebat apapun kita, sekuat apapun kita, secerdas apapun kita ketika bukan Allah sebagai tempat bergantung dan sandaran maka semuanya akan hancur. Jika uang tak banyak kita terima, masihkah mau menjaga niat yang bersih?

     2. Berfikir Positif(Khusnudzan)

Setelah memahami betapa niat itu sangat mempengaruhi dalam menjalan kan bisnis, sekarang kita melangkah pada pembahasan kedua tentang berfikir postif. Ada sebuah cerita beberapa bulan yang lalu saya mengikuti  sebuah test talents mapping, hasilnya ada sekitar 34 urutan bakat dari yang terkuat hingga terlemah. Kombinasi bakat terkuat itu akan memunculkan karakter dan kemampuan yang berbeda diantara manusia. Dalam 34 bakat itu ada 4 bakat yang dimiliki seorang pengusaha. Keempat  bakat tersebut adalah Activator, Futuristic, Positivity ,  dan Self-Assurance. Akan saya bahas sekilas saja dari ketiga bakat tersebut.

1.Activator

Dapat membuat sesuatunya terjadi dengan mengubah pikiran menjadi tindakan(intinya talk less do more :D ). Berani mengambil tindakan walaupun informasinya tidak memadai karena baginya kesalahan merupakan proses belajar. Rata-rata pengusaha bertindak duluan berfikir belakangan hehe. Kata mentor bisnis saya berani menabrak pembatas dan kalau salah mau kembali ke jalan yang benar hehe(Thank’s Pak hidayat)

2.Futuristic

Senang berangan-angan, membayangkan masa depan seakan-akan tergambar pada dinding dan dapat memberikan inspirasi pada rekan lainnya dengan visinya mengenai masa depan. Dapat melihat dengan detail apa yang mungkin terjadi atau terdapat di masa depan dan hal ini terus membuatnya melangkah maju, seorang pemimpi atau visioner

3.Self-Assurance

Memiliki kepercayaan diri tinggi pada kemampuannya untuk mengatur hidupnya sendiri, memiliki intuisi sehingga memberikan keyakinan bahwa keputusan-keputusan yang dibuat berdasarkan keputusan yang benar. Mampu mengambil resiko dan menghadapi tantangan baru. Tentu saja kalau pengusaha tak berani mengambil resiko dan tantangan udah kelaut aja berenang dengan ikan hehe.

4.Positivity

Memiliki antusiasme tinggi yang dapat menular dan optimism yang dapat membuat orang lain bersemangat atas apa yang akan dilakukannya. Selalu mencari sisi positif dari segala sesuatu dan situasi, mampu membuat orang-orang bersemangat, merasa senang dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Harus dan wajib ini bisa berfikir dan bertindak positif, mana ada pengusaha yang pesimis yang ada pengusaha selalu optimis dan maju terus dengan apapun yang terjadi.

Ternyata berfikir positif itu sangat-sangat diperlukan untuk membuat bisnis tetap melaju. Sahabat bayangkan jika Allah memberikan kita kejadian yang sama sekali tak kita harapkan misalnya mengalami kerugian, laba dalam garis lurus atau malah turun, ditinggalkan anggota team, didatangi debt collector, dilarang berbisnis dari orang terdekat anda. Dengan berfikir positif maka tantangan dan semua ujian itu akan menjadi sangat indah dan menyenangkan, sehingga apapun yang terjadi tetap bersemangat menjalani kehidupan. Apakah dengan semua yang terjadi diatas hidup akan berakhir? Live must Go On kawan. Teringat kata-kata Kim Tak Goo di  film Bread, Love And dream “Kalau hari ini terjadi sesuatu yang buruk belum tentu hidup berhenti, Kalau hari ini terjadi sesuatu yang baik belum tentu hidup selesai”. Mari latih diri selalu berkhusnudzan dengan semua rencana Allah, percayalah Allah akan memberikan scenario yang terbaik karena Allah tau kita sanggup memikulnya . Karena Allah sesuai prasangkaan Hambanya, so untuk hidupmu sendiri selalu berprasangka baik kepadaNya.

   3. Leadership

Sudah sampai pada pembahasan ke tiga tentang leadership atau kepemimpinan. Tak perlu saya jelaskan panjang lebar lagi karena banyak blog lain yang sudah mengupas habis-habisan tentang leadership. Saya hanya akan menyisir untuk melengkapi puzzle, saat membangun bisnis tapi tidak ada sosok kepemimpinan didalamnya maka sudah pasti bisnis itu akan hancur dan tinggal menunggu waktu saja. Dalam ilmu the winning team pada urutan pertama adalah kepemimpinan yang kuat, tentu saja kalau tak ada kepemimpinan yang kuat ibarat bergerak tanpa arah maka kapan akan sampai tujuan. Bisnis yang besar rata-rata memiliki kepemimpinan kuat dan berkarakter. Berbicara kepemimpinan ada beberapa jenis pemimpin, saya hanya menyampaikan beberapa saja

  1. Leading Affiliative

Mempromosikan harmoni, bersahabat,empatik,menyelesaikan konflik,sesuai untuk mengobati perbedaan dalam kelompok, sesuai memberikan motivasi disaat menegangkan atau memperkuat hubungan

    2. Leading Coaching

Mendengarkan,membantu orang menemukan kekuatan dan kelemahannya,penasehat,memberi dorongan,menghubungkan apa yang dibutuhkan orang dengan tujuan organisasi. Sesuai untuk membantu karyawan yang bersemangat dan kompeten meningkatkan kinerja dengan membangun kemampuan jangka panjang.

   3.Leading Democratic

Pendengar yang hebat, pekerja tim,kolaborator,member pengaruh,menghargai pendapat orang,mendapatkan komitmen melalui pastisipasi, sesuai untuk membangun dukungan dan konsensus

  4.Leading Visionary

Memberi inspirasi, yakin dengan visinya,empatik, menjelaskan mengapa dan bagaimana usaha pengikutnya ikut berkontribusi pada “Mimpi”. Dia menggerakkan orangnya menuju mimpi bersama. Sesuai apabila dibutuhkan perubahan visi baru atau apabila dibutuhkan arah yang jelas atau perubahan radikal.

 Menjadi pemimpin yang hebat tidak akan muncul secara tiba-tiba, tapi dia akan muncul dari berbagi kondisi dan keadaan. Bukankah sebuah mahakarya lukisan menjadi indah setelah ada beberapa torehan yang menjadikannya begitu menawan ketika dipandang. Begitulah seorang pemimpin dia akan lahir dari laut yang berombak bukan dari laut yang tenang, tapi bukan berarti sahabat haru kelaut untuk jadi pemimpin,. Semuanya ini adalah perbaduan antara keimanan, ketaqwaan dan kesabaran sehingga muncullah pemimpin yang hebat. Ga usah repot-repot cukup dengan kita memperbaiki diri maka Allah yang akan mengajari kita menjadi sebaik-baiknya pemimpin.

Berbisnis adalah perpaduan antara seni dan perang (teh tina)

Menjadi pengusaha itu adalah pilihan, dan bersiaplah dengan ujian besar yang Allah berikan. Karena pengusaha penuh dengan resiko dan tantangan, jika menyerah dan mundur maka Impian besar yang tinggal selangkah akan hilang. Karena menjadi pengusaha harus memiliki mental yang kuat, maka dari itu Rasulullah juga seorang pengusaha dan menjadi pengusaha adalah jalan yang indah untuk menikmati Islam.

bisnis adalah jariyah.. bisnis adalah bagaimana kita memberikan manfaat, value pada orng lain.. bukan mencari keuntungan/uang yg sebesar2nya.. isi dompet sebanding dengan manfaat yg kita beri..(imam muarif)

 

Inspirasi from: Abah rama, Pak hidayat, Pak edy, Pak iwan, Kang deff, Bunda Anctje, Bu heni, Kang zae hanan, Pak hariono, Pak agung, Pak Adhe, Mas deny darko, Kang hary butterfly, Bu ati, Pak Azis, Mas Ippho, Pak Nasrullah, Mas Mono, Ust.Yusuf Mansyur

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s